News & Research

Reader

Wijaya Karya (WIKA) optimistis kemampuan leverage perusahaan masih luas
Wednesday, February 26, 2020       19:59 WIB

JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk () menganggarkan belanja modal sebesar Rp 11,5 triliun di tahun ini. Dari anggaran tersebut, sebanyak 55%-60% bakal digunakan untuk penyertaan modal dan sekitar 40%-45% untuk pengembangan bisnis.
Selain itu, berdasarkan catatan Kontan.co.id, memasang target kontrak baru sekitar Rp 65 triliun.
Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Mahendra Vijaya menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan tersebut perusahaannya akan memanfaatkan kas dan setara kas yang dimiliki dan juga ruang  leverage  yang saat ini masih luas.
Gearing ratio  di bawah satu kali sampai dengan akhir 2019  unaudited,  dibandingkan dengan rasio batas utang berbunga yang di level 2,5 kali," kata Mahendra saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (26/2).
Lebih lanjut, optimistis dengan kemampuannya menggenggam kontrak baru di tahun ini. Pasalnya mereka sudah memiliki beberapa strategi untuk dapat tetap mengerjakan proyek  turnkey  seperti  supply chain financing  dan  partnership. 
" menetapkan dalam rencana kerja jangka panjang perusahaan untuk tetap menjaga rasio utang berbunga alias  gearing ratio  tidak lebih dari level 1,5 kali dari  covenant  2,5 kali dan  debt equity ratio  tidak lebih dari level 2,5 kali," jelas dia.
Dalam paparan saat rapat bersama DPR, emiten konstruksi tersebut berencana menerbitkan perpetual bonds senilai Rp 1 triliun.  Perpetual bonds  ini rencananya bakal berlanjut hingga 2024. Tahun depan, berencana menerbitkan  perpetual bonds  Rp 1,5 triliun dan akan melakukan  refinancing  obligasi global berdenominasi rupiah.
Lalu pada 2022 berencana menerbitkan  perpetual bonds  Rp 1,5 triliun, tahun 2023 senilai Rp 2,5 triliun dan tahun 2024 menerbitkan Rp 3,5 triliun.
Pada tahun ini, Wijaya Karya masih fokus pada bisnis infrastruktur dan bangunan. Bisnis tersebut diproyeksikan bisa berkontribusi sekitar 56,37% pada pendapatan dengan kontribusi laba bersih 34,79%. Selanjutnya, bisnis Wijaya Karya didukung oleh energi dan pabrik industri yang diproyeksikan menyumbang 15,39% ke pendapatan dan 18,28% ke laba bersih perusahaan.
Selanjutnya, 5% kontribusi penjualan berasal dari pengembangan properti dan 1,23% dari investasi. Masing-masing diproyeksikan menyumbang laba bersih 3,65% dan 1,07%.
Lebih lanjut, perusahaan tengah menggarap proyek strategis Kijing Terminal di Mempawah Kalimantan Selatan dengan nilai investasi Rp 2,49 triliun, Bendungan Kuwil Kawangkoan dengan nilai investasi Rp 605 miliar, dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan nilai Rp 15,68 triliun.
Adapun, progres terminal Kijing mencapai 49,13%, Bendungan Kuwil Kawangkoan 67,46% dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung 41,01%. Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi pada 2021.

Sumber : KONTAN.CO.ID

powered by: IPOTNEWS.COM