- IHSG turun 1,9%, Rupiah sempat Rp17.535/dolar, terdampak keluarnya enam emiten dari MSCI .
- Empat saham besar turun 8-15%, pasar kehilangan USD80 miliar.
- Kekhawatiran kebijakan dan arus keluar asing capai USD2,24 miliar.
Ipotnews - Rupiah sempat menyentuh rekor terendah sebelum kembali menguat sedikit, Rabu, sementara pasar saham Indonesia jatuh ke level terendah dalam satu tahun setelah penyedia indeks global MSCI mengeluarkan enam emiten lokal dari indeks global standarnya dalam peninjauan kuartalan.
Kondisi ini menjadi pukulan terbaru bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu yang tengah menghadapi tekanan harga minyak mentah, serta kekhawatiran terkait disiplin fiskal, independensi bank sentral, dan regulasi pasar saham, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (13/5).
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) jatuh 1,9% ke level 6.726,575, yang merupakan posisi terendah sejak akhir April 2025. Rupiah tergelincir ke rekor terlemah Rp17.535 per dolar sebelum menguat sedikit menjadi Rp17.480.
"Reaksi pasar hari ini kemungkinan akan negatif, mengingat ekspektasi arus keluar pasif dan bobot MSCI EM Indonesia yang lebih rendah pasca-rebalance," kata Mohit Mirpuri, Fund Manager SGMC Capital, Singapura.
Enam emiten yang dikeluarkan MSCI dari indeks global standarnya termasuk empat dari 20 saham terbesar Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar: PT Barito Renewables Energy Tbk (), PT Chandra Asri Pacific Tbk (), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (), dan PT Amman Mineral International Tbk (). Keempat saham tersebut jatuh antara 8% hingga 15%.
Saham perusahaan utilitas, , menyentuh level terendah lebih dari dua tahun terakhir, sementara mencapai titik terlemah dalam lima minggu terakhir. MSCI sebelumnya memperpanjang masa tinjauannya terhadap IHSG hingga Juni untuk menilai reformasi yang dilakukan Indonesia.
Ekonomi Indonesia belakangan menghadapi beberapa kemunduran: kekhawatiran MSCI terkait transparansi memicu kejatuhan pasar senilai USD80 miliar yang memaksa pemerintah membuat regulasi baru, sementara Moody's menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif karena ketidakpastian kebijakan.
Hingga Selasa, investor asing telah menjual sekitar USD2,24 miliar saham Indonesia sepanjang tahun ini, dibandingkan net selling USD1,03 miliar pada 2025, menurut data dari situs PT Bursa Efek Indonesia.
"Kondisi pasar domestik masih cukup rapuh, dan kekhawatiran investor lokal meningkat setelah USD/IDR menembus Rp17.500 menjelang long weekend," kata Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Ekuitas Kiwoom Securities Indonesia. Pasar Indonesia akan ditutup Kamis dan Jumat untuk hari libur nasional.
Untuk jangka menengah, Liza menargetkan IHSG bisa kembali ke sekitar 7.300, setelah reformasi pasar modal memberikan hasil.
Di kawasan, baht Thailand stabil di 32,34 per dolar, didukung catatan rapat April bank sentral yang menekankan perlunya kombinasi kebijakan dan penyesuaian struktural untuk menghadapi risiko meningkat akibat perang AS-Israel versus Iran.
Bursa saham Bangkok melonjak hingga 2,5%, kenaikan harian terbesar sejak akhir Maret. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
powered by: IPOTNEWS.COM