- IHSG lanjut reli: Dibuka naik 33 poin ke level 6.219 dengan net buy Rp100,2 miliar.
- Sektor kompak menguat: Industri, energi, bahan baku, properti, dan teknologi menjadi motor penguatan indeks.
- Sentimen global & domestik: Wall Street rebound, harga komoditas berfluktuasi, serta kebijakan fiskal MBG memberi angin segar bagi pasar.
Ipotnews - Di akhir pekan pekan ini, Jumat (31/7), IHSG melanjutkan sesi penguatannya dengan dibuka pada level 6.219 atau naik 33 poin dari sesi penutupan kemarin yang memutus pelemahan lima sesi beruntun dengan menguat 1,56% di level 6.186. Penutupan indeks kemarin disertai net buy sebesar Rp100,2 miliar.
Dari data pergerakan di IDX, indeks pada pukul 09.05 WIB masih tetap bertahan di zona penguatan meski sedikit menciut dengan naik 0,47 persen atau 29 ke level 6.215 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.230, terendah di level 6.212 yang tetap berada di zona hijau.
Sebanyak 347 emiten yang bergerak menguat, 157 emiten melemah dan 459 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 152,6 ribu kali dengan nilai Rp1,1 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,87 triliun.
Di periode lima menit usai pembukaan, seluruh sektor terpantau menguat yaitu industri 1,19 persen menjadi 1.611, teknologi 0,52 persen menjadi 6.871, sektor transportasi 0,16 persen menjadi 1.631, kesehatan 0,54 persen menjadi 1.418, properti 0,55 persen menjadi 773.
Kemudian sektor infrastruktur 0,18 persen menjadi 1.769, sektor konsumer non primer 0,30 persen menjadi 692, konsumer primer 0,68 persen menjadi 924, energi 1,27 persen menjadi 2.987, sektor keuangan 0,02 persen ke level 1.346 dan sektor bahan baku 1,35 persen ke level 1.644.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Brigita Kinari menyatakan IHSG pada perdagangan terakhir posisinya sangat menarik dimana area supportnya masih terjaga.
"Ada kemungkinan IHSG melanjutkan penguatannya dengan level resisten terdekat di level 6.200-6.250," kata Brigita dalam sesi IPOT Live.
Selanjutnya terkait dengan market update, Brigita menggambarkan posisi Indeks wallstreet utama kompak menguat pada sesi penutupan terbaru setelah sempat terjadi koreksi cukup dalam pada beberapa waktu lalu. Penguatan ini didukung oleh kenaikan harga saham Microsoft seiring dengan laporan keuangan yang positif.
Dari pasar komoditas harga minyak mentah dunia terkoreksi 1,03 persen ke level USD83,59 per barel, kemudian harga emas naik 0,87 persen menjadi USD4.103,44 per tr.oz dan harga batubara naik 0,23 persen menjadi USD130,5 per metrik ton.
Selanjutnya dua isu penting yang menjadi perhatian global terkait dengan posisi GDP Amerika Serikat (AS) yang melambat menjadi 1,5 persen secara kuartalan dari sebelumnya sekitar 2,1 persen. Kemudian indeks PCE inti pada Juni 2026 juga melambat ke 3,3 persen secara tahunan.
"Ini sesuai dengan ekspektasi pasar, ini menjadi angin segar bagi pasar ekspor Indonesia," katanya.
Kabar dari domestik, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji material tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Ini menjadi angin segar bagi kebijakan fiskal yang juga menjadi sorotan investor global," ucapnya.
Di tengah berbagai isu dan perkembangan pasar terbaru, ia merekomendasikan tiga saham pilihan yaitu:
- dengan strategi Buy on Pullback (Entry 3.500-3.540 I Target 3.800 Stop loss 3.410)
- dengan strategi Buy (Entry 2.690 Target 2.940 Stop loss 2.570).
- dengan strategi Buy on Pullback (Entry 1.690-1.700 Target 1.870 Stop loss 1.630).
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin