- BRI menyatakan akan mengkaji secara cermat wacana buyback saham dan memastikan setiap aksi korporasi dilakukan sesuai ketentuan regulator.
- Perseroan menegaskan prioritas saat ini adalah memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan kualitas aset, permodalan, dan likuiditas yang sehat.
- BRI menilai industri perbankan nasional masih memiliki fundamental kuat, tercermin dari pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang tetap solid.
Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI () menyatakan akan melakukan kajian mendalam terkait wacana pembelian kembali (buyback) saham yang mengemuka setelah pertemuan antara pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad beberapa waktu lalu.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan setiap aksi korporasi yang berpotensi dilakukan perseroan akan dievaluasi secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis serta mematuhi seluruh ketentuan regulator yang berlaku.
"Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku," ujar Hery dalam keterangan resmi, Jumat (12/6).
Meski demikian, Hery menegaskan bahwa fokus utama BRI saat ini tetap tertuju pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan lainnya.
Perseroan terus berupaya menjaga kualitas aset, memperkuat struktur permodalan dan likuiditas, serta memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan guna mempertahankan kepercayaan pasar.
Menurut Hery, perhatian yang diberikan berbagai pemangku kepentingan terhadap saham-saham BUMN , termasuk sektor perbankan, mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang industri yang masih didukung fundamental kuat.
Ia menilai stabilitas pasar menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi yang sehat. Kepercayaan investor terhadap saham perbankan nasional juga tetap ditopang oleh kinerja industri yang relatif tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menjelaskan bahwa industri perbankan Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan hingga April 2026 tumbuh 9,98% secara tahunan, sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 11,40%.
"Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif," kata Hery.
Sebelumnya, dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung DPR RI pada 9 Juni 2026, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berdiskusi dengan para pimpinan Himbara mengenai sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Chief Executive Officer INA Oki Ramadhana, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito, serta didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan COO BPI Danantara Dony Oskaria.
Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kemungkinan pelaksanaan buyback saham oleh emiten BUMN sebagai upaya mendukung stabilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor.(AI)
Sumber : Admin