BBRI Catat Laba 2025 Stabil, Target Saham Rp4.470 Tetap Bertahan
Monday, March 09, 2026       07:07 WIB
  • catat laba 2025 turun 5,5% YoY, kuartal IV naik 9,5% sesuai proyeksi.
  • Kredit tumbuh di atas industri, DPK +7,4%, NIM kuartal IV 8%.
  • Rekomendasi buy, target Rp4.470; fokus 2026: kredit 7-9% dan NIM 7,4-7,8%.

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () membukukan laba sepanjang 2025 yang sejalan dengan proyeksi analis maupun konsensus pasar. Meski laba tahunan menurun 5,5% year on year (YoY), kinerja kuartal IV menunjukkan perbaikan signifikan dengan pertumbuhan 9,5% dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Secara keseluruhan, laba sepanjang 2025 mencapai 98,8% dari proyeksi kami dan 97% dari konsensus analis," ungkap Akhmad Nurcahyadi, analis KB Valbury Sekuritas, dalam risetnya, seperti dilansir  Investor,  Senin (9/3).
Kinerja kredit sepanjang 2025 tumbuh di atas rata-rata industri, melampaui proyeksi KB Valbury Sekuritas maupun panduan manajemen. Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,4% YoY, didorong pertumbuhan dua digit pada current account and savings account ().
Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) juga terjaga dengan baik, meningkat 30 basis poin secara kuartalan menjadi 8% pada kuartal IV-2025, dibandingkan 7,7% pada kuartal sebelumnya. "NIM melampaui panduan 2025 maupun proyeksi kami," ujar Akhmad.
KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham . Target harga ditetapkan Rp4.470 per saham, berdasarkan metode Gordon Growth Model (GGM), yang mencerminkan valuasi P/B 2026 sebesar 2 kali.
Saat ini, saham diperdagangkan pada estimasi P/B 2026 sebesar 1,7 kali, sedikit di bawah standar deviasi -1 dari rata-rata historis, yang dinilai menarik bagi investor.
Tahun ini, menargetkan pertumbuhan kredit berada di kisaran 7-9% YoY, dengan NIM diproyeksi 7,4-7,8%, didukung biaya kredit (CoC) yang lebih rendah di level 2,9-3,2%, serta rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) yang tetap terjaga di 41-43%.
"Kami memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 yang lebih kuat serta penurunan biaya dana yang terealisasi akan menjadi dua katalis penting untuk peningkatan NIM pada 2026," kata Akhmad. KB Valbury akan meninjau kembali proyeksi 2026 setelah laporan keuangan 2025 yang telah diaudit dirilis.
Perbaikan kualitas aset dan aktivitas yang lebih baik di segmen mikro serta usaha kecil menengah (UKM) menjadi faktor utama pendukung kinerja ke depan. Hal itu diyakini akan memperkuat posisi bank dalam mendorong pertumbuhan kredit dan profitabilitas tahun ini. (AI)

Sumber : Investor