- Laba Bersih Naik - BTN membukukan laba bersih Rp1,7 triliun pada Semester I-2025, tumbuh 13,6% yoy, didorong lonjakan pendapatan bunga bersih 55,1%.
- Kinerja Keuangan Membaik - NIM naik ke 4,4% dan CIR turun ke 43,8%; DPK tumbuh 11,2% menjadi Rp406,38 triliun dengan dukungan peningkatan pengguna aplikasi Bale by BTN.
- BTN Syariah Siap Spin-off - Aset naik 18% menjadi Rp65,56 triliun dan laba bersih Rp401 miliar (+8,3% yoy), bersiap spin-off menjadi Bank Syariah Nasional (BSN).
Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk/Bank BTN () mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun ini. Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp1,7 triliun hingga 30 Juni 2025, naik 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,5 triliun.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan, pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga kredit yang melonjak 23,5 persen (year-on-year) menjadi Rp18,50 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan biaya bunga yang hanya 2,3 persen (y-o-y). Kondisi ini membuat pendapatan bunga bersih BTN melesat 55,1 persen (y-o-y) menjadi Rp9,34 triliun.
"Di tengah berbagai tantangan makroekonomi dan persaingan ketat, BTN tetap mampu meningkatkan profitabilitas berkat strategi yang konsisten dan efisiensi proses bisnis," ujar Nixon dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Rabu (27/8) malam.
Perbaikan kinerja tersebut juga tercermin pada indikator profitabilitas. Margin bunga bersih (NIM) naik signifikan 139 basis poin menjadi 4,4 persen, sementara rasio efisiensi (Cost-to-Income Ratio/CIR) membaik ke 43,8 persen dari sebelumnya 58,8 persen.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,2 persen (y-o-y) menjadi Rp406,38 triliun per akhir Juni 2025, lebih tinggi dari pertumbuhan industri perbankan yang tercatat 6,6 persen. Pertumbuhan itu terutama ditopang dana murah () dari segmen ritel dan institusi, seiring peningkatan jumlah pengguna aplikasi Bale by BTN yang mencapai 2,7 juta user, naik hampir 69 persen (y-o-y).
Pada penyaluran kredit, menorehkan pertumbuhan 6,8 persen (y-o-y) menjadi Rp376,11 triliun. Kredit perumahan tetap menjadi penopang utama dengan nilai Rp317,77 triliun, sementara itu kredit non-perumahan tumbuh lebih cepat 10,5 persen (y-o-y) menjadi Rp58,34 triliun.
Dari total tersebut, KPR subsidi naik 6,5 persen menjadi Rp182,17 triliun dan KPR non-subsidi meningkat 8,8 persen menjadi Rp110,72 triliun. Adapun total aset BTN tercatat naik 6,4 persen (y-o-y) menjadi Rp484,96 triliun per akhir Juni 2025.
BTN Syariah Bersiap Spin-off
Unit Usaha Syariah BTN (BTN Syariah) juga mencatatkan kinerja positif menjelang spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Aset BTN Syariah tumbuh 18 persen (y-o-y) menjadi Rp65,56 triliun, dengan pembiayaan yang meningkat 17 persen (y-o-y) menjadi Rp48,46 triliun.
Dana pihak ketiga BTN Syariah naik 19,8 persen (y-o-y) menjadi Rp55,23 triliun, sementara itu laba bersih unit usaha ini mencapai Rp401 miliar atau bertumbuh 8,3 persen (y-o-y).
"BTN Syariah memasuki era baru seiring proses spin-off dengan perubahan nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Aksi korporasi ini menjadi milestone penting bagi industri perbankan syariah di Indonesia," ujar Nixon. (Budi/AI)
Sumber : admin