Bahan Baku Pimpin Penguatan Seluruh Sektor, IHSG Rebound 1,38% di Awal Perdagangan
Tuesday, March 17, 2026       09:19 WIB
  • IHSG dibuka menguat kuat hingga level 7.119, dengan seluruh sektor hijau dipimpin bahan baku dan infrastruktur.
  • Sentimen pasar dipengaruhi penguatan Wall Street serta rebound harga minyak, sementara domestik tertekan isu defisit APBN dan outlook Indonesia.
  • Analis Indo Premier Sekuritas merekomendasikan saham , , dan sebagai peluang beli.

Ipotnews - Hari ini, Selasa (17/3), IHSG dibuka menguat pada level 7.074 atau naik 52 poin dari sesi penutupan perdagangan kemarin yang melemah -1,61 persen ke level 7.022 dengan disertai nett buy sebesar Rp178 miliar.
Selang lima menit kemudian, tepatnya pukul 09.05 WIB, IHSG memperkuat pijakan di area hijau dengan mencatat reboundsebesar 1,38 persen atau 97 poin ke level 7.119. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.124 dan terendah di level 7.070 yang konsisten di zona hijau.
Terdapat 440 emiten yang bergerak menguat, 117 emiten melemah dan 401 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 92,71 ribu kali dengan nilai Rp865,3 triliun serta market kapital perdagangan mencapai Rp12,60 triliun.
Seluruh sektor menguat dengan penguatan tertinggi terjadi pada sektor bahan baku sebesar 2,99 persen ke level 2.041. Kemudian sektor yang menguat lainnya adalah konsumer primer 1,26 persen menjadi 972, industri 1,51 persen menjadi 1.785.
Kemudian sektor keuangan 0,65 persen menjadi 1.388, infrastruktur 2,29 persen ke level 1.908, energi 2,07 persen menjadi 3.662, teknologi 0,52 persen menjadi 7.460, konsumer non primer 0,81 persen menjadi 701.
Selanjutnya sektor transportasi 2,45 persen menjadi 1.774, kesehatan 1,43 persen menjadi 1.828 dan properti 1,45 persen menjadi 920.
Sentimen pasar global dan domestik diperkirakan masih akan memengaruhi pergerakan pasar hari ini. Penguatan indeks saham di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor eksternal yang diperhatikan investor, meskipun pergerakan harga komoditas masih menunjukkan volatilitas.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) Imam Gunadi menjelaskan, indeks Wall Street pada perdagangan sebelumnya menguat seiring penurunan harga minyak dunia. Namun pada perdagangan pagi ini harga minyak kembali mengalami rebound sehingga penurunan harga minyak sebelumnya dinilai hanya bersifat sementara.
"Kenaikan harga minyak global ini akan turut berpengaruh pada harga batubara," ujar Imam dalam Morning Update via Live IG.
Dari sisi domestik, IHSG pada perdagangan sebelumnya terkoreksi di tengah berbagai sentimen negatif. Tekanan datang dari faktor eksternal seperti meningkatnya tensi geopolitik global, serta faktor internal termasuk penilaian lembaga pemeringkat yang menurunkan outlook terhadap Indonesia.
Selain itu, pasar juga mencermati potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) tahun ini. Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit fiskal tetap berada di bawah batas aman.
Investor juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Keputusan tersebut dinilai mempertimbangkan kondisi inflasi yang sempat meningkat serta pelemahan nilai tukar rupiah. Pada saat yang sama, pelaku pasar global juga menunggu keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat.
"(Diperkirakan) tidak ada pilihan bagi BI selain menahan suku bunga, mengingat inflasi yang sebelumnya tinggi dan rupiah yang juga melemah," kata Imam.
Di tengah ketidakpastian pasar, Imam menyarankan beberapa tiga saham yang layak dipertimbangkan, rinciannya sebagai berikut :
1. direkomendasikan buy on breakout.
Entry: 1.415
Target harga: 1.535
Stop loss: 1.360
2. direkomendasikan buy.
Entry: 10.350
Target harga: 11.000
Stop loss: 10.025
3. direkomendasikan buy
Entry: 1.745
Target harga: 1.835
Stop loss: 1.700.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin

berita terbaru