- Bursa Eropa jatuh, STOXX 600 turun 3,08% ke level terendah sebulan akibat eskalasi konflik Timur Tengah.
- Harga minyak melonjak 7% ke level tertinggi 19 bulan, memicu kekhawatiran inflasi dan peluang kenaikan suku bunga 2026 naik jadi 40%.
- Saham perbankan, asuransi, dan maskapai tertekan; Beiersdorf anjlok 20%, sementara Lottomatica naik 3,3%.
Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa tersungkur ke level terendah dalam lebih dari satu bulan, Selasa, terseret aksi jual global seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi perang berkepanjangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang berisiko memicu inflasi.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup merosot 3,08 persen atau 19,19 poin menjadi 604,44, sekaligus mencatat penurunan sekitar 5 persen dari rekor penutupan tertingginya pada Jumat, demikian laporan Reuters dan CNBC , di Bengaluru, Selasa (3/3) atau Rabu (4/3) dini hari WIB.
Sejumlah bursa regional dan indeks sektoral, termasuk STOXX 600, membukukan penurunan harian terdalam sejak April, ketika kebijakan tarif "Liberation Day" yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengguncang pasar global.
Indeks DAX Jerman, yang berorientasi ekspor, anjlok 3,44 persen atau 847,35 poin menjadi 23.790,65, level terendah tiga bulan. Indeks FTSE 100 Inggris menyusut 2,75 persen atau 295,98 poin jadi 10.484,13 dan CAC Prancis melorot 3,46 persen atau 290,48 poin ke posisi 8.103,84.
Lindsay James, Investment Strategist Quilter, mengatakan peluang gencatan senjata untuk saat ini tampak kecil karena Iran dinilai masih berupaya merusak kepentingan Barat di Timur Tengah. "Hal ini mendorong pasar terjerembab hari ini karena ancaman konflik berkepanjangan menjadi semakin realistis," ujarnya.
Seluruh sektor dalam STOXX 600 ditutup di zona merah, dipimpin keuangan. Indeks perbankan tergelincir ke level terendah hampir tiga bulan, dengan bank-bank yang berfokus pada Inggris--yang dinilai lebih terekspos risiko Timur Tengah--mengalami tekanan paling besar.
Saham HSBC menjadi pemberat utama setelah ambles 5,2 persen. Sektor asuransi kehilangan 4,2 persen, sementara saham-saham industri melemah 3,6 persen.
Indeks acuan Spanyol yang sarat saham sektor keuangan jatuh 4,6 persen ke level terendah sejak pertengahan Desember.
Lonjakan Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
Harga minyak melonjak 7 persen dan mencatat kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut. Minyak mentah Brent menyentuh level tertinggi dalam 19 bulan seiring perang memasuki hari keempat, dengan serangan Iran mengganggu pelayaran komersial melalui Selat Hormuz--jalur vital distribusi energi global.
Namun, kenaikan harga minyak tidak cukup menopang saham energi yang justru turun 1,4 persen. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak lebih dipandang sebagai guncangan permintaan ketimbang pendorong laba, terutama saat investor menghindari aset berisiko.
Sektor perjalanan tetap berada di bawah tekanan. Saham maskapai Jerman Lufthansa merosot 4 persen, induk British Airways, International Airlines Group (IAG), melorot 5,4 persen, dan Air France-KLM anjlok 7,9 persen.
Investor khawatir lonjakan harga energi akan kembali memicu inflasi sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi yang sudah lemah. Eropa sangat bergantung pada distribusi energi dan komoditas melalui koridor Selat Hormuz, sementara jalur alternatif berpotensi meningkatkan biaya secara signifikan.
"Jika lonjakan harga minyak ini bertahan, risiko peningkatan inflasi menjadi sangat nyata dan arah kebijakan suku bunga bisa kembali dipertanyakan," kata James.
Data LSEG menunjukkan pasar kini memperkirakan peluang 40 persen kenaikan suku bunga pada 2026, meningkat dari sebelumnya 25 persen di awal sesi.
Mencerminkan meningkatnya kecemasan, indeks volatilitas Eropa--STOXX Volatility Index--melesat untuk sesi keempat berturut-turut ke level tertinggi sejak pertengahan April.
Di level emiten, saham Beiersdorf mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarahnya, anjlok 20 persen setelah produsen Nivea itu memproyeksikan margin laba operasional inti 2026 sedikit lebih rendah.
Sebaliknya, saham Lottomatica melejit 3,3 persen setelah perusahaan taruhan asal Italia itu memproyeksikan laba inti disesuaikan 2026 sebesar 940 juta euro hingga 980 juta euro, lebih tinggi dibandingkan 856 juta euro tahun lalu.
Sementara itu, saham Naturgy berkurang 7,4 persen setelah BlackRock melepas sisa 11,4 persen kepemilikannya di perusahaan energi Spanyol tersebut melalui skema accelerated bookbuilding dengan harga diskon. (Reuters/CNBC/AI)
Sumber : Admin