Bursa Eropa Melemah, Tekanan Sektor Mewah Bayangi Penantian Keputusan The Fed
Thursday, July 30, 2026       03:36 WIB
  • STOXX 600 turun 0,29% jelang keputusan the Fed.
  • Kering naik 17%, Hermes jatuh 11%.
  • Energi menguat usai Brent tembus USD90.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa melorot, Rabu, mengakhiri reli tiga sesi berturut-turut, dipicu kinerja yang beragam dari emiten barang mewah asal Prancis, sementara investor memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve serta laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melemah 0,29% atau 1,88 poin menjadi 645,01, dengan sektor barang mewah menjadi pemberat utama dengan penurunan indeks sektoral sebesar 2,4%, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Rabu (29/7) atau Kamis (30/7) dini hari WIB.
Di tengah tekanan sektor tersebut, saham Kering melejit hampir 17% dan menjadi penguatan terbesar di STOXX 600. Kenaikan itu sekaligus menjadi lonjakan harian terbesar sejak 2002, setelah penjualan kuartal II merek andalannya, Gucci, turun lebih kecil dari perkiraan pasar.
Analis HSBC Global Research menilai upaya pemasaran besar-besaran yang dijadwalkan dimulai pada akhir Agustus berpotensi mendongkrak penjualan pada kuartal IV dan mengembalikan Gucci ke jalur pertumbuhan positif.
Sebaliknya, saham Hermes anjlok 11%, mencatat penurunan harian terdalam sejak 2010. Produsen tas Birkin tersebut melaporkan pertumbuhan penjualan kuartal II sesuai ekspektasi, namun mengakui belum melihat pemulihan fundamental di China, yang merupakan pasar terbesarnya.
Bursa regional utama juga berakhir variatif. Indeks DAX Jerman turun tipis 0,01% atau 3,53 poin menjadi 25.460,48 dan CAC Prancis menyusut 0,60% atau 50,51 poin ke posisi 8.408,27, sedangkan FTSE 100 Inggris menguat 0,34% atau 37,39 poin jadi 10.908,41.
Sektor teknologi juga masih tertekan dengan penurunan 0,4% untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan dipimpin oleh saham produsen peralatan semikonduktor ASM International yang merosot 4,8%, meski perusahaan menyampaikan proyeksi bisnis yang optimistis.
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan Microsoft dan Meta yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan di Wall Street. Investor akan mencermati sejauh mana investasi besar kedua perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI) mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan dengan valuasi saham mereka yang tinggi.
Di sisi lain, sektor energi melompat 2,2% setelah harga minyak Brent melesat hampir 8% hingga menembus USD90 per barel. Kenaikan harga minyak dipicu kembali meningkatnya serangan udara besar-besaran di Timur Tengah yang memudarkan harapan berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dalam waktu dekat.
Kepala Riset TS Lombard, Andrea Cicione, mengatakan musim laporan keuangan saat ini menjadi penggerak utama pasar, namun sentimen tersebut tertutupi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, investor juga masih khawatir terhadap besarnya belanja modal (capital expenditure/capex) pusat data, terutama yang berkaitan dengan pengembangan AI.
Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada hasil rapat kebijakan moneter the Fed, yang secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun pelaku pasar akan mencermati pernyataan Chairman Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dari pergerakan saham individual lainnya, emiten teknologi informasi asal Prancis, Sopra Steria, melonjak 13,6% setelah perseroan menaikkan target pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun.
Saham Glencore menguat 2,8% setelah perusahaan melaporkan produksi tembaga semester pertama meningkat 15%, ditopang kualitas bijih yang lebih tinggi di sejumlah tambang utama.
Deutsche Bank turut meningkat 1% setelah membukukan kenaikan laba kuartal II sebesar 10%, melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan laba.
Sebaliknya, saham Aberdeen terkoreksi 4,3% setelah manajer investasi asal Inggris itu melaporkan arus dana keluar bersih (net outflows) sebesar 3 miliar poundsterling pada semester pertama tahun ini, berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang memperkirakan arus dana masuk bersih sebesar 800 juta poundsterling. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin