Bursa Sore: Tekanan Jual Bond Mereda, Saham Asia Bersinar, IHSG Berbalik Lesu
Wednesday, September 16, 2026       16:39 WIB
  • IHSG balik melemah 0,38% (24 poin) ke 6.436; sektor perindustrian tetap terkuat
  • Harga minyak turun setelah Arab Saudi menawarkan kargo tambahan via Oman
  • Bursa Asia memulih seiring redanya aksi jual obligasi global dan penurunan harga minyak

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) balik kanan melemah saat akhir perdagangan hari Rabu (16/9). IHSG melorot 0,38 persen (24 poin) ke posisi 6.436.
Volume perdagangan yang tercatat mencapai 240,8 juta lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp11,6 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Sektor perindustrian tetap paling berjaya, naik 0,91%. Sementara sektor infrastruktur turun paling dalam 1,39%. Saham sektor tersebut yang tumbang , , , , , , .
Bursa Asia
Saham-saham di Asia bergerak naik pada hari Rabu (16/9) sore karena meredanya aksi jual obligasi global dan penurunan harga minyak.
Kedua faktor tersebut menenangkan sentimen pasar menjelang keputusan penting Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini.
Setelah sempat bergerak tidak stabil di awal perdagangan, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,5%, mengakhiri tren penurunan selama empat hari berturut-turut.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun stabil di angka 4,9938% setelah sempat mencoba kembali menyentuh level 5%. Ambang batas 5% sempat ditembus pada hari Selasa untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.
"Kami mempertahankan pandangan yang secara taktis berhati-hati atau netral menjelang keputusan The Fed," tulis tim analis JPMorgan, seraya mencatat bahwa konsensus pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin yang disertai dengan sedikit panduan ke depan (forward guidance).
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya agar suku bunga lebih rendah. Bulan lalu ia mengatakan bahwa AS akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengannya jika The Fed tidak memangkas suku bunga.
Para pelaku pasar telah mengabaikan berbagai ancaman tersebut dan meyakini bahwa kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve hampir pasti terjadi. Pasar memperhitungkan probabilitas tersirat sebesar 93% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin dibandingkan dengan peluang 61,2% pada pekan sebelumnya.
"Pasar saham AS ditutup melemah karena kenaikan imbal hasil Treasury, lonjakan harga minyak mentah, serta perdebatan sengit mengenai laju pengembangan AI membuat pasar bersikap hati-hati," ujar Tony Sycamore, analis pasar di IG, Sydney.
Indeks Saham Asia
Indeks Nikkei225 (Jepang) +0,69% ke 63.923
Indeks Topix (Jepang) +0,61% ke 4.061
Shanghai Composite (China) +0,71% ke 3.891
Shenzhen Component (China) +1,26% ke 13.454
CSI 300 (China) +0,68% ke 4.480
Hang Seng (Hong Kong) +0,19% ke 24.713
Indeks Kospi (Korsel) +1,37% ke 6.717
Taiex (Taiwan) +0,74% ke 45.848
S&P/ASX200 (Australia) +0,28% ke 8.696
Asia Currencies
Yen up 0,03% menjadi 155,05 per USD
SGD down 0,02% menjadi 1,2731 per USD
AUD turun 0,08% ke posisi 0,7126 per USD
Rupiah melemah 0,01% menjadi 17.696 per USD
Rupee drop 0,01% ke 95,9688 per USD
Yuan naik 0,07% ke 6,7070 per USD
Ringgit menguat 0,23% ke 4,0763 per USD
Baht melaju 0,02% ke 33,2740 per USD
Bursa Eropa
Saham-saham Eropa pulih pada hari Rabu (16/9) setelah dua sesi mengalami penurunan karena reli harga minyak terhenti. Sehingga meningkatkan selera risiko menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS.
Indeks acuan saham Eropa, STOXX 600 naik 0,4% menjadi 636,81 poin. Indeks FTSE 100 London dan indeks DAX Jerman memimpin kenaikan di antara bursa regional utama, masing-masing naik sekitar 0,4% pada perdagangan awal.
Perhatian tertuju pada keputusan The Fed hari ini, dengan pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebesar 93%, menurut alat FedWatch CME.
Oil
Harga minyak turun pada hari Rabu (16/9) sore karena menyusul sebuah laporan bahwa Arab Saudi menawarkan kargo minyak mentah tambahan melalui Oman. Kabar ini meredakan kekhawatiran tentang skala gangguan pasokan di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 83 sen menjadi $107,92 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka turun $1,41 menjadi $104,42 per barel.
"Berita seputar ekspor Arab Saudi dari Teluk menunjukkan kekhawatiran bahwa gangguan tersebut bisa lebih besar mulai mereda," kata analis UBS, Giovanni Staunovo seperti dikutip reuters.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin