- IDXTECHNO anjlok 1,24 persen, terdalam di antara sektor lainnya, tertekan dan .
- IDXCYCLIC menurun 0,67 persen dan indeks sektor keuangan tercatat melemah 0,56 persen.
- Indeks sektor energi menguat tertinggi 0,62 persen, diikuti IDXPROPERT meningkat 0,57 persen.
Ipotnews - Indeks sektoral teknologi (IDXTECHNO) mencatatkan penurunan terdalam pada penutupan Sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/10) di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sebesar 0,42 persen ke level 5.911.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , IDXTECHNO tercatat anjlok 1,24 persen, terutama tertekan penurunan harga saham sebesar 3,18 persen ke level 193.125. merupakan emiten pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor tenologi senilai Rp460 triliun.
Sementara itu, sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua di IDXTECHNO senilai Rp44 triliun, mengalami penurunan harga saham hingga 5,53 persen ke level 940. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan koreksi paling dalam adalah (-5,6%) yang diikuti , (-4,3%) dan (-3,7%).
Berikutnya, indeks sektoral barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) terkoreksi 0,67 persen. sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp25,2 triliun, harga sahamnya justru melonjak 7,72 persen ke level 13.250. Sebaliknya, sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp24,9 triliun, harga sahamnya anjlok 10,24 persen ke level 570.
Adapun yang memiliki market cap terbesar ketiga di IDXCYCLIC senilai Rp23,9 triliun, harga sahamnya terpantau melemah 0,35 persen ke level 1.440. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penurunan paling dalam adalah (-12,9%) dan (-11,4%).
Pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, indeks sektoral keuangan (IDXFINANCE) merosot 0,56 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp723 triliun, harga sahamnya merosot 0,42 persen ke level 5.925. Lalu, sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp462 triliun, mencatatkan koreksi 0,96 persen ke level 3.080.
yang merupakan emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXFINANCE senilai Rp368 triliun, harga sahamnya melemah 0,5 persen ke level 3.990. Dua saham sektor keuangan yang mencatatkan pelemahan paling tajam, yakni yang mengalami ARB (-14,7%) dan (-8,8%).
Indeks sektoral barang baku (IDXBASIC) melemah 0,26 persen, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada (-10,8%) dan (-9,9%). Indeks sektoral perindustrian (IDXINDUST) terkoreksi 0,19 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada (-11,8%) dan (-8,3%). Indeks sektoral infrastruktur (IDXINFRA) menurun tipis 0,02 persen, dengan penurunan terdalam pada saham (-7%) dan (-4,2%).
Pada sisi lain, indeks sektoral transportasi dan logistik (IDXTRANS) terpantau menguat 0,03 persen, dengan kenaikan harga saham paling tinggi terjadi pada (+11,8%) dan (+8,9%). Lalu, indeks sektoral barang konsumen non-siklikal (IDXNONCYC) meningkat 0,08 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham (+14,2%) dan (+8%).
Kemudian, indeks sektoral kesehatan (IDXHEALTH) menguat 0,09 persen, dengan pertumbuhan harga saham paling tinggi dialami (+9%) dan (+3,6%). Indeks sektoral properti dan real estat (IDXPROPERT) melejit 0,57 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham (+24,9%) dan (+4,9%).
Indeks sektoral energi (IDXENERGY) meningkat 0,62 persen, terutama terkatrol penguatan sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp377 triliun. Harga saham pada Sesi I perdagangan hari ini menguat 0,22 persen ke level 11.325.
Berikutnya diikuti sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar kedua di indeks sektor energi senilai Rp76,4 triliun, yang harga sahamnya melejit 3,82 persen ke level 680. Dua saham di IDXENERGY yang mengalami kenaikan harga paling signifikan adalah (+14,2%) dan (+8,5%).
(Budi/AI)
Sumber : admin