Dihambat BREN dan TLKM Indeks IDXINFRA Paling Buruk Saat IHSG Drop 0,38%
Wednesday, September 16, 2026       17:01 WIB
  • IDXINFRA melemah 1,21 persen menjadi sektor dengan penurunan terdalam, tertekan 1,9 persen dan 1,48 persen.
  • IDXTECHNO dan IDXCYCLIC turut terkoreksi masing-masing 1,13 persen dan 1,12 persen di saat IHSG turun 0,38 persen ke 6.436.
  • IDXINDUST menjadi sektor terkuat dengan kenaikan 0,91 persen, ditopang yang mencatat ARA 24,9 persen dan yang naik 4,62 persen.

Ipotnews - Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9), dengan melemah 1,21 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup menurun 0,38 persen ke level 6.436.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , tekanan terhadap indeks sektor infrastruktur hingga 1,21 persen antara lain tercermin dari pergerakan sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di IDXINFRA senilai Rp413 triliun. Harga saham pada perdagangan hari ini terpantau merosot 1,9 persen ke level 3.090.
Sementara itu, sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXINFRA senilai Rp263 triliun, harga sahamnya melorot 1,48 persen ke level 2.660. Adapun saham di sektor ini yang mengalami koreksi paling dalam adalah (-9,4%) dan (-7,1%).
Selanjutnya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) tersungkur 1,13 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp459 triliun, harga sahamnya anjlok 3,22 persen ke 192.900. Adapun sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap Rp39,2 triliun, harga sahamnya turun 0,69 persen ke 286. Dua saham di sektor ini mencatatkan koreksi terdalam yakni, (-8,3%) dan (-6,2%).
Indeks sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) terperosok 1,12 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada saham (-9,9%) dan (-9,5%). Kemudian, indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,78 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada (-10,1%) dan (-9,4%).
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) menurun 0,62 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham (-6,6%) dan (-5,2%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melemah 0,42 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham (-14,4%) dan (-8,6%).
Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) terkoreksi 0,27 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada yang mengalami ARB (-15%) dan (-8,4%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) melemah 0,24 persen, dengan koreksi terdalam pada saham (-3,1%) dan (-8,1%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menurun 0,14 persen, dengan pelemahan terbesar pada yang mencatatkan ARB (-14,9%) dan (-7,6%).
Sebaliknya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) mengalami penguatan 0,11 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham (+15,2%) dan mengalami ARA (+10%). Indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan kinerja paling kuat di antara 11 indeks sektoral, dengan kenaikan 0,91 persen.
Penguatan indeks sektor barang konsumen primer terutama ditopang sebagai emiten pemilik market cap senilai Rp93,3 triliun, yang harga sahamnya melejit 4,62 persen ke level 1.700. Adapun saham yang mencatatkan kenaikan paling tinggi di IDXINDUST adalah yang mengalami ARA (+24,9%) dan (+8,4%).
(Budi/AI)

Sumber : admin