- Dolar melemah 0,8% terhadap yen karena pasar mengantisipasi intervensi lanjutan otoritas Jepang untuk menopang mata uangnya.
- BOJ mempertahankan suku bunga di level 1%, tetapi memberi sinyal kenaikan suku bunga dapat dilakukan paling cepat pada September.
- Indeks dolar mencatat pelemahan mingguan terbesar sejak akhir Januari setelah The Fed mempertahankan suku bunga dan memicu keraguan pasar terhadap arah kebijakan selanjutnya.
Ipotnews - Dolar Amerika Serikat melemah terhadap yen Jepang pada perdagangan Jumat (31/7) akhir pekan ini karena pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan intervensi lanjutan setelah otoritas Jepang turun tangan untuk menopang mata uangnya sehari sebelumnya.
Dolar turun 0,8% menjadi 158,225 yen, setelah sehari sebelumnya anjlok 2,4%.
Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Departemen Keuangan Amerika Serikat telah memberi tahu sejumlah bank mengenai kemungkinan intervensi di pasar yen pada Jumat serta meminta mereka bersiap menghadapi langkah lanjutan.
Diplomat tertinggi Jepang yang menangani kebijakan nilai tukar juga mengatakan negaranya memperoleh dukungan dari Amerika Serikat yang "melampaui sekadar dukungan psikologis".
Strategis valuta asing Scotiabank, Eric Theoret, mengatakan belum jelas apakah penguatan yen pada Jumat benar-benar disebabkan oleh intervensi atau hanya respons pasar terhadap kemungkinan adanya intervensi dalam waktu dekat.
Menurutnya, dalam kondisi likuiditas yang tipis, intervensi dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar. Bahkan sekadar kemungkinan terjadinya intervensi sudah cukup membuat pasar bereaksi sangat sensitif.
Analis Goldman Sachs menilai intervensi merupakan instrumen yang efektif bagi otoritas untuk membeli waktu hingga faktor-faktor fundamental memberikan dukungan yang lebih kuat terhadap yen.
Mereka juga memperkirakan otoritas Jepang kemungkinan akan kembali melakukan intervensi dalam beberapa hari ke depan apabila yen kembali melemah, seperti yang pernah terjadi pada Mei tahun ini.
Sebelumnya pada Jumat, Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga jangka pendek di level 1%, sesuai ekspektasi pasar.
BOJ, yang bulan lalu menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun, untuk pertama kalinya menyatakan inflasi inti berpotensi melampaui targetnya. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya paling cepat pada September. Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengatakan banyak anggota dewan menilai proyeksi inflasi masih cukup tinggi dan risiko inflasi cenderung mengarah ke kenaikan.
Eric Theoret menilai keputusan BOJ tersebut merupakan sikap yang cenderung agresif karena bank sentral tetap membuka peluang pengetatan kebijakan pada pertemuan September.
Lambatnya kenaikan suku bunga di Jepang selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab yen sempat terpuruk ke level terendah dalam 40 tahun di bawah 163 per dolar AS. Mayoritas analis yang disurvei Reuters memperkirakan BOJ akan kembali menaikkan suku bunga menjadi 1,25% sebelum akhir tahun.
Pergerakan tajam pada Kamis membuat volume transaksi yen di pasar spot melalui platform EBS mencapai level tertinggi dalam 10 tahun, sementara volume perdagangan kontrak berjangka yen di CME Group mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Dalam langkah yang jarang terjadi, Korea Selatan juga melakukan intervensi dengan menjual dolar AS pada Kamis untuk mendukung mata uang won, menurut sumber pasar. Won Korea, yang sehari sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan, pada Jumat melemah sekitar 1% menjadi 1.439,66 per dolar AS.
Pertemuan BOJ berlangsung setelah Federal Reserve Amerika Serikat pada Rabu memutuskan mempertahankan suku bunga. Keputusan tersebut menekan dolar karena pelaku pasar mempertanyakan keseriusan ketua baru The Fed dalam mengendalikan inflasi.
Akibatnya, indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama turun 1,6% sepanjang pekan dan berada di jalur pelemahan mingguan terbesar sejak akhir Januari. Pada Jumat, indeks dolar kembali turun 0,26% ke level 99,807.
Di Eropa, euro naik tipis 0,1% menjadi US$1,1535, sementara pound sterling menguat 0,2% terhadap dolar AS. Bank of England juga mempertahankan suku bunga acuannya pada Kamis, sesuai perkiraan pasar. Di pasar aset kripto, harga bitcoin turun 2% menjadi US$63.207.
(reuters)
Sumber : admin