Dow Catat Rekor Tertinggi, Wall Street Menguat Usai Pidato Powell
Saturday, August 23, 2025       08:01 WIB
  • Wall Street menguat tajam, dengan Dow Jones melonjak 846 poin (+1,89%) ke rekor penutupan baru, setelah pidato Jerome Powell di Jackson Hole membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September.
  • Pasca pidato Powell, probabilitas pemangkasan suku bunga September naik mendekati 90% dari sebelumnya 75%, meningkatkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan kebijakan moneter longgar.
  • Sektor consumer discretionary dan teknologi memimpin reli; Tesla naik 6,2%, indeks semikonduktor melesat 2,7%, dan Russell 2000 melonjak 4,1% ke level tertinggi tahun ini.

Ipotnews - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (22/8) akhir pekan ini. Indeks Dow Jones mencatat rekor penutupan tertinggi. Penguatan terjadi setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat melalui pidatonya di Simposium Jackson Hole.
Powell menyatakan peluang pemangkasan suku bunga bisa terbuka pada pertemuan The Fed September mendatang, meski menekankan pentingnya data lapangan kerja dan inflasi sebelum keputusan final diambil.
"Powell melakukan apa yang biasa dilakukan bankir sentral di Jackson Hole -- tetap membuka peluang," ujar Nigel Green, CEO deVere Group seperti dikutip reuters. "Pemangkasan di September akan memberi keyakinan pada rumah tangga dan pelaku usaha bahwa bank sentral tidak tinggal diam. Menunda justru meningkatkan risiko perlambatan ekonomi yang lebih dalam."
Pasca pernyataan tersebut, pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga di September menjadi hampir 90%, naik dari sekitar 75% sebelum Powell berbicara.
Pada penutupan, Dow Jones melonjak 846,24 poin atau 1,89% ke 45.631, melewati rekor sebelumnya pada Desember 2024. Indeks S&P 500 naik 96,74 poin atau 1,52% menjadi 6.466,91, sedangkan Nasdaq menguat 396,22 poin atau 1,88% ke 21.496,54.
Sebagian besar sektor dalam S&P 500 menghijau, dengan sektor consumer discretionary memimpin kenaikan sebesar 3,18%. Indeks semikonduktor Philadelphia juga melesat 2,7%, ditopang lonjakan saham-saham teknologi besar, termasuk Tesla yang naik 6,2%. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, bahkan melompat 4,1% ke level tertingginya tahun ini.
Kenaikan tersebut memutus tren penurunan lima hari berturut-turut di S\\&P 500 yang sebelumnya tertekan oleh aksi jual saham teknologi besar. Untuk sepekan, S\\&P dan Dow ditutup menguat, sementara Nasdaq terkoreksi 0,6% akibat rotasi investor dari saham teknologi berkapitalisasi besar ke saham-saham dengan valuasi lebih rendah.
Pasar saham AS sendiri telah rebound tajam sejak tertekan pada April lalu akibat pengumuman tarif baru oleh Presiden Donald Trump. Kini, indeks mulai kembali mendekati rekor tertinggi, didorong oleh laporan kinerja perusahaan yang solid, harapan meredanya ketegangan dagang, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
"Investor menyambut pidato Powell seolah membuka jalan parade pemangkasan suku bunga. Namun satu kali pemangkasan saja tidak akan banyak menggerakkan konsumsi. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah ini benar-benar menjadi titik balik kebijakan The Fed, atau justru tarif yang meningkat akan memaksa bank sentral kembali mengetatkan sebelum perubahan itu dimulai," kata Zak Stambor, analis senior di Emarketer.
Di sisi lain, UBS Global Wealth Management kembali menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500, kedua kalinya dalam dua bulan terakhir, dengan alasan prospek laba korporasi yang solid, meredanya ketegangan dagang, serta kemungkinan pemangkasan suku bunga.
Beberapa saham yang mencatat pergerakan signifikan antara lain Intel yang melonjak 5,5% seiring kabar bahwa pemerintah AS berencana membeli 10% saham perusahaan tersebut. Coinbase juga terbang 6,5% karena minat tinggi pada saham terkait kripto pasca pidato Powell. Sebaliknya, Intuit merosot 5% setelah proyeksi pertumbuhan pendapatan kuartal pertamanya meleset dari perkiraan, sementara Workday turun 3% usai memberikan proyeksi kuartalan yang sesuai ekspektasi pasar.
Di Bursa New York ( NYSE ), jumlah saham naik melampaui saham turun dengan rasio 9,43 banding 1. Tercatat 590 saham mencatat level tertinggi baru dan 42 saham menyentuh level terendah. S&P 500 menorehkan 37 rekor tertinggi dalam 52 minggu terakhir tanpa ada rekor terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 166 tertinggi baru dan 47 terendah baru. Volume transaksi di bursa AS mencapai 17,93 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,08 miliar saham.
(reuters/mk/AI)

Sumber : admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini