AI News - Pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun 13.000 rupiah menjadi 2.561.000 per gram, sementara harga emas dunia naik mendekati USD 4.150 per ons.
Poin Penting
- Harga emas Antam pada 15/10/2026: Rp2.561.000 per gram, turun Rp13.000 dari hari sebelumnya.
- Harga buyback Antam pada hari yang sama: Rp2.370.000 per gram, juga turun Rp13.000.
- Harga emas dunia pada Kamis mendekati USD 4.150 per ons, naik setelah penurunan minyak mentah.
- Inflasi AS September tercatat 3,7 % YoY, memicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dengan probabilitas 31,8 % untuk kenaikan 25 bps.
Mengapa Harga Emas Antam Turun Meskipun Harga Emas Dunia Menguat?
Menurut EmitenNews, penurunan harga emas Antam disebabkan oleh penyesuaian harga beli kembali (buyback) dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang menurunkan daya tarik emas di pasar domestik. Kenaikan harga emas dunia yang mendekati USD 4.150 per ons tidak langsung diterjemahkan ke dalam harga logam mulia Indonesia karena investor lokal menilai risiko kenaikan suku bunga akan memperburuk imbal hasil relatif emas yang tidak menghasilkan yield. Data EmitenNews menunjukkan harga Antam turun menjadi Rp2.561.000 per gram, sementara buyback turun menjadi Rp2.370.000 per gram, masing-masing selisih Rp13.000 dari hari sebelumnya. Hal ini mencerminkan bahwa tekanan global belum cukup mengimbangi sentimen domestik yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS, sehingga harga Antam mengalami koreksi meski pasar internasional menguat.
Bagaimana Data Inflasi AS September Mempengaruhi Sentimen Pasar Emas di Indonesia?
Bloomberg Technoz melaporkan bahwa inflasi AS pada September 2026 tercatat 3,7 % secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan 3,6 % dan dari bulan Agustus yang hanya 3,4 %. Angka tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga jangka pendek, yang tercermin dalam probabilitas 31,8 % kenaikan 25 basis poin pada rapat moneter bulan ini menurut CME FedWatch. Kenaikan ekspektasi suku bunga menurunkan daya tarik emas sebagai aset non-yielding, karena biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi. Kondisi ini menggiring sentimen pasar Indonesia menjadi lebih pesimis terhadap emas, berkontribusi pada penurunan harga Antam meski harga emas dunia naik.
Apa Implikasi Penurunan Harga Buyback Antam Bagi Investor dan Konsumen?
EmitenNews mencatat bahwa harga buyback Antam turun menjadi Rp2.370.000 per gram, selisih Rp13.000 dari hari sebelumnya, yang berarti nilai tukar emas yang dijual kembali menjadi lebih rendah. Bagi investor yang berencana menjual emas fisik ke Antam, penurunan ini mengurangi potensi keuntungan atau bahkan menimbulkan kerugian bila harga pasar tetap lebih tinggi. Konsumen yang membeli emas sebagai tabungan juga menghadapi nilai kembali yang lebih kecil, sehingga minat beli dapat menurun. Dampak tersebut dapat memperlemah likuiditas pasar emas domestik dan menambah tekanan pada harga spot, terutama bila ekspektasi kenaikan suku bunga Fed terus menguat.
Sumber : AI News