AI News - Emas spot diperdagangkan sekitar US$4.059 per ons, kehilangan momentum setelah gagal menembus resistance US$4.104, sehingga analis Dupoin Futures memperkirakan potensi penurunan ke support US$4.010, tertekan oleh penguatan dolar AS serta US Treasury Yield yang tinggi.
Poin Penting
- Harga emas spot pada 3 Agustus 2026 berada di sekitar US$4.059 per ons.
- Emas menurun 0,42 % dalam seminggu terakhir dan 2,51 % dalam sebulan terakhir.
- Analisis Dupoin Futures menilai tekanan jual masih dominan akibat dolar AS kuat dan US Treasury Yield tinggi.
Mengapa Harga Emas Masih di Bawah Resistance US$4.104?
Menurut laporan Kompas, emas gagal menutup di atas level resistance US$4.104 karena tekanan penjual tetap menguasai, yang ditandai oleh pola Bearish Engulfing pada grafik harian serta indikator Stochastic yang terus menurun. Tanpa adanya sinyal pembalikan yang jelas, pembeli belum dapat menandingi kekuatan seller, sehingga momentum bullish terhenti. Selain pola candlestick, volume transaksi juga menunjukkan dominasi aksi jual, memperkuat proyeksi pelemahan lebih lanjut. Kondisi ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi jangka pendek hingga menengah, dan kemungkinan breakout ke atas resistance menjadi semakin kecil dalam waktu dekat.
Apa Implikasi Level Support US$4.010 Bagi Kemungkinan Rebound?
Kontan melaporkan bahwa support US$4.010 dianggap zona kunci yang dapat memicu rebound teknikal bila terjadi respons beli yang kuat, namun hal tersebut masih memerlukan konfirmasi melalui perubahan struktur harga dan peningkatan volume. Jika harga berhasil menembus level tersebut dengan penguatan yang konsisten, area tersebut berpotensi menjadi landasan bagi pergerakan naik selanjutnya. Sebaliknya, kegagalan untuk mempertahankan di atas support dapat memperdalam koreksi dan memperpanjang tren bearish. Oleh karena itu, investor perlu memantau sinyal volume serta pola harga selanjutnya untuk menilai apakah support akan berfungsi sebagai fondasi kenaikan atau justru menjadi titik jatuh lebih dalam.
Bagaimana Dolar AS dan US Treasury Yield Memengaruhi Tekanan pada Harga Emas?
Data dari Dupoin Futures, yang diutip oleh Kontan, menunjukkan bahwa penguatan dolar AS dan tingkat US Treasury Yield yang tetap tinggi menurunkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Investor cenderung beralih ke instrumen berbunga yang menawarkan return lebih tinggi ketika ekspektasi suku bunga tetap ketat, sehingga permintaan emas berkurang. Selain itu, pasar menantikan rilis data ekonomi AS, termasuk inflasi dan tenaga kerja, yang akan memandu kebijakan The Fed; kebijakan yang lebih hawkish akan memperkuat dolar dan meningkatkan yield, memperparah tekanan jual pada emas. Jika data menunjukkan pelonggaran atau penurunan inflasi, potensi pelemahan dolar dapat mengurangi tekanan pada harga emas, namun saat ini faktor fundamental tetap memberi kontribusi signifikan terhadap tren penurunan.
Sumber : AI News