- IDXINDUST naik 1,89 persen, dipimpin (+7,08 persen) dan (+0,92 persen).
- IDXENERGY menguat 1,08 persen, ditopang (+15,44 persen) dan (+3,23 persen).
- IDXTECHNO turun 0,56 persen, menjadi sektor terlemah, sementara IHSG naik 0,36 persen ke 6.484.
Ipotnews - Indeks sektor industri (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penguatan paling tinggi pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sesi I, Rabu (16/9), dengan kenaikan 1,89 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat 0,36 persen ke level 6.484.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , penguatan IDXINDUST mencapai 1,89 persen, terutama ditopang yang merupakan konstituen di indeks sektor industri dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) Rp95,5 triliun. Harga saham tercatat melonjak 7,08 persen ke level 1.740 per saham. Sementara itu, dengan merket cap Rp97,6 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,92 persen ke level 26.175.
Namun di sisi lain, sebagai emiten pemilik market cap terbesar di IDXINDUST senilai Rp197 triliun, harga sahamnya justru terkoreksi 0,2 persen ke level 4.880. Adapun saham yang mencatatkan kenaikan harga paling tinggi di sektor ini adalah (+9,8%) dan (+8,4%).
Indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau menguat 1,08 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp392 triliun, harga sahamnya melambung 15,44 persen ke level 11.775. Adapun dengan market cap terbesar kedua di sektor energi senilai Rp215 triliun, harga sahamnya melejit 3,23 persen ke level 1.120. Saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi di sektor ini adalah yang mengalami ARA (+24,8%) dan (+15,44%).
Berikutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) tercatat meningkat 0,66 persen, dengan kenaikan paling tajam terjadi pada saham (+5%) dan (+4,4%). Kemudian, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) mengalami kenaikan 0,5 persen, dengan penguatan terbesar pada saham (+21,7%) dan (+8,1%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 0,49 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham yang mengalami ARA (+24,9%) dan (+14,4%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 0,42 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar pada (+14,8%) dan yang mencatatkan ARA (+9,9%). Indeks sektor konsumer siklikal (IDXCYCLIC) naik tipis 0,04 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham (+15,2%) dan (+13,4%).
Berbeda dengan sebagian besar sektor lainnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terpantau melemah 0,32 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham (-1,8%) dan (-1,5%). Kemudian, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menurun 0,37 persen, dengan koreksi terdalam dialami oleh saham (-8,6%) dan (-7,7%).
Selanjutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terkoreksi 0,44 persen, terutama tertekan sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp417 triliun. Harga saham pada Sesi I tercatat merosot 0,95 persen ke 3.120. Lalu, sebagai emiten dengan terbesar kedua senilai Rp264 triliun, harga sahamnya melemah 1,11 persen ke 2.670. Dua saham di sektor ini yang mengalami koreksi terdalam adalah (-3,9%) dan (-3,6%).
Sementara itu, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) mencatat pelemahan paling dalam di antara 11 indeks sektoral di BEI, yakni menurun 0,56 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp458 triliun, harga sahamnya melorot 3,55 persen ke 192.250. Lalu, sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap Rp39,2 triliun mengalami penurunan harga saham sebesar 0,69 persen ke 286. Saham di sektor ini yang menurun paling dalam adalah (-7,1%) dan (-6,2%).
(Budi/AI)
Sumber : admin