IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek di Level 6.140-6.180 pada Selasa 4 Agustus 2026
Tuesday, August 04, 2026       17:26 WIB

AI News - Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan akan mengalami koreksi jangka pendek pada sesi Selasa 4 Agustus 2026, dengan support terdekat di kisaran 6.140-6.180 dan resistance di 6.260-6.300, setelah kemarin ditutup melemah tipis 0,03 % pada 6.234,50 serta tercatat net sell asing sebesar Rp759 miliar.

Poin Penting

  • Support teknikal terdekat: 6.140-6.180; Resistance: 6.260-6.300.
  • Net sell asing pada 3 Agustus mencapai Rp759 miliar, menandai tekanan jual yang signifikan.
  • Saham paling banyak dijual asing: , , , , .
  • BNI Sekuritas memproyeksikan koreksi, sedangkan Korea Investment menilai IHSG masih dapat menguji target 6.300.

Mengapa IHSG Berpeluang Mengalami Koreksi Short Term?


Menurut laporan IDX Channel, IHSG diperkirakan akan mengalami koreksi jangka pendek karena tekanan jual yang kuat berasal dari aliran dana asing. Data menunjukkan net sell asing sebesar Rp759 miliar pada perdagangan 3 Agustus, yang memicu likuiditas keluar dan menurunkan permintaan beli. Selain itu, teknikal mengidentifikasi support di zona 6.140-6.180, yang bila teruji dapat mempercepat penurunan harga; sebaliknya, resistance 6.260-6.300 masih jauh, menyulitkan pembalikan arah dalam jangka pendek. Saham yang paling banyak dijual asing-, , , , dan -menguatkan sinyal negatif karena mereka merupakan konstituen utama indeks. Bagi investor, situasi ini berarti perlunya penyesuaian posisi, memperketat stop-loss, dan menunggu konfirmasi dukungan teknikal sebelum menambah eksposur.

Apa Perbedaan Proyeksi Antara Analis BNI Sekuritas dan Korea Investment Mengenai IHSG ?


Pasardana melaporkan bahwa BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan terpaksa melakukan koreksi, berpegang pada support 6.140-6.180 dan resistansi 6.260-6.300, sementara tim riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia ( KISI ) menganggap pasar masih berada dalam tren penguatan minor dan menargetkan pengujian level 6.300 dengan support terdekat di 6.187. BNI menekankan tekanan jual asing dan kurangnya momentum bullish, sedangkan KISI menyoroti sentimen positif global, termasuk optimisme atas kemungkinan diplomasi Iran yang menurunkan harga minyak serta data PMI manufaktur Indonesia yang kembali ke zona ekspansif (50,2). Kedua pandangan menggunakan dasar yang berbeda: BNI mengandalkan analisis teknikal, sementara KISI menggabungkan faktor makroekonomi dan geopolitik. Bagi pelaku pasar, perbedaan ini menciptakan zona ambiguitas yang menuntut evaluasi risiko lebih ketat sebelum mengambil posisi.

Bagaimana Trading Idea Saham Pilihan Dapat Membantu Investor Menghadapi Potensi Koreksi?


Menurut BNI Sekuritas yang dikutip oleh IDX Channel, ada enam saham yang dipilih sebagai trading idea untuk hari Selasa, masing-masing dengan level entry, target dekat, dan stop-loss yang spesifik, sehingga investor dapat menempatkan posisi dengan kontrol risiko yang jelas. Saham diusulkan sebagai Spec Buy dengan area beli 7.050-7.075, cut-loss di bawah 7.000, dan target 7.150-7.200; juga Spec Buy pada 885-900, cut-loss di bawah 885, target 910-925; direkomendasikan Buy on Weakness di 94-97, cut-loss di bawah 94, target 99-102; Spec Buy pada 825-835, cut-loss di bawah 820, target 850-860; Spec Buy pada 1.430-1.445, cut-loss di bawah 1.425, target 1.460-1.480; serta yang disarankan Buy if Break 264, target 270-290, cut-loss di bawah 258. Selain itu, riset KISI menambahkan rekomendasi (Entry 2.490-2.530, target 2.600-2.660, SL <2.420) dan (Buy on Support 1.285-1.305, target 1.430-1.500, SL <1.235). Dengan mengikuti saran ini, investor dapat memanfaatkan peluang naik pada saham-saham terpilih sambil melindungi portofolio dari potensi penurunan lebih lanjut pada indeks utama.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News