IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Mainkan Saham JARR, MARK, BBCA dan MAIN
Tuesday, March 25, 2025       07:03 WIB

Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari berpotensi melanjutkan tren menurun, setelah kemarin ditutup anjlok 1,55 persen ke level 6.161.
Koreksi IHSG pada perdagangan Senin (24/3) dipengaruhi penurunan 500 saham, sedangkan kenaikan hanya terjadi pada 134 saham dan ada 168 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi kemarin tercatat Rp14,37 triliun atau menurun dibandingkan Jumat pekan lalu Rp21,7 triliun.
Berdasarkan analisis organisasi research and trading saham, WH Project, saat ini ada harapan bagi IHSG untuk mengalami kondisi jenuh jual, namun peluang kenaikan belum terkonfirmasi dalam satu hari perdagangan.
"Kami memproyeksikan, hari ini IHSG melemah, dengan range pergerakan di level 6.000-6.361," kata analis WH Project, William Hartanto, dalam riset harian untuk perdagangan Selasa (25/3).
Dia menyebutkan, pada perdagangan kemarin investor asing kembali melakukan aksi jual bersih, terutama terjadi pada saham , , , dan . Kemarin, net foreign sell di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp103,03 miliar.
Secara teknikal, kata William, IHSG membentuk pola long legged hammer, karena sempat melemah hingga 4 persen dan selanjutnya mengalami rebound. " IHSG memiliki resistance 6.475 yang perlu ditembus untuk mulai dapat dinyatakan mencapai kondisi jenuh jual," ujar William.
Untuk perdagangan hari ini, kata dia, WH Project merekomendasikan trader agar mengakumulasi pembelian saham dan , sementara itu dan memiliki rating trading "Sell on Strength". (Budi/ef)

Sumber : Admin