IHSG Mampu Rebound 0,37% di Tengah Tekanan Sentimen Global dan Lonjakan Yield Treasury
Wednesday, September 16, 2026       09:17 WIB
  • IHSG rebound: Setelah dibuka melemah di level 6.453, indeks berbalik menguat 0,37% ke 6.484 pada pukul 09.05 WIB.
  • Sentimen global: Kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed dan yield US Treasury 10 tahun yang tembus ATH 5,4% membuat pasar cenderung wait and see.
  • Saham rekomendasi: Brigita Kinari merekomendasikan , , dan sebagai saham pilihan untuk dicermati investor.

Ipotnews - Di hari ketiga perdagangan pada pekan ini, Rabu (16/9), IHSG dibuka melemah di level 6.453 atau turun 8 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang tertekan sedalam 1,13 persen di level 6.461 dengan disertai net sell asing sebesar Rp353 miliar.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, Indeks mampu rebound dengan menguat 0,37 persen atau 23 poin ke level 6.484, dengan level pergerakan tertinggi di zona hijau pada level 6.487 serta terendah di level 6.445 di zona merah.
Sebanyak 271 emiten yang bergerak menguat, 211 emiten melemah dan 481 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 114,3 ribu kali dengan nilai Rp638 miliar serta kapitalisasi pasar mencapai Rp11.309 triliun.
Delapan sektor menguat dan hanya tiga sektor yang melemah. Untuk sektor yang menguat yaitu infrastruktur 0,16 persen menjadi 1.864, konsumer non primer 0,25 persen menjadi 708, industri 0,91 persen menjadi 1.718, energi 1,03 persen menjadi 3.295.
Kemudian, teknologi 0,18 persen menjadi 6.834, sektor bahan baku 0,79 persen ke level 1.795, sektor properti 0,58 persen menjadi 811, konsumer primer 0,65 persen menjadi 950.
Untuk sektor yang melemah yaitu transportasi -0,27 persen menjadi 1.795, kesehatan -0,01 persen ke level 1.499, keuangan -0,27 persen ke level 1.376.
Brigita Kinari, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) mencatat bahwa indeks Wallstreet kompak ditutup melemah pada perdagangan terakhir. Penurunan ini karena adanya sentimen potensi kenaikan tingkat suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin yang akan diumumkan pada dini hari nanti. Di sisi lain adanya kabar bahwa yield US treasury 10 tahun menyentuh level All Time High (ATH) di level 5,4 persen.
"Kedua sentimen ini cenderung membuat pelaku pasar wait and see, ditambah lagi kondisi geopolitik yang masih memanas hingga saat ini sehingga memicu kenaikan harga minyak mentah dunia," kata Brigita dalam Sesi IPOT Live.
Terkait dengan harga komoditas, harga minyak dunia kembali melesat 4,38 persen ke USD105,83 per barel, emas turun 0,3 persen ke USD4.285 per troy ounce, sedangkan batubara juga turun 1,53 persen menjadi USD144,6 per metrik ton.
Dari pasar domestik, IHSG kemarin ditutup melemah karena dipengaruhi sentimen global. Nilai tukar rupiah kemarin juga ditutup melemah ke level 17.694 per dolar AS.
Sementara itu S&P Global Ratings memperingatkan risiko kredit dan laba bank BUMN Indonesia disebabkan penyaluran kredit perbankan BUMN untuk menopang program strategis pemerintah yang tumbuh lebih cepat, namun pertumbuhan ini dibayang-bayangi dengan potensi kenaikan NPL (non performing loan).
Brigita merekomendasikan tiga saham pilihan, yaitu :
strategi Buy on Pullback dengan Entry 750 - 765 Target 825 Stop loss 730)
strategi Buy dengan Entry 1.055 Target 1.150 Stop loss 1.010)
strategi Buy dengan Entry 735 Target 820 Stop loss 695).
(Marjudin/ AI)

Sumber : Admin