AI News - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir sesi pertama perdagangan Jumat 31 Juli 2026 naik 0,48% menjadi 6.216,27 poin, dipicu oleh mayoritas saham yang mencatat kenaikan serta dukungan kuat dari sektor komoditas.
Poin Penting
- IHSG naik 0,48% ke 6.216,27 poin.
- Volume perdagangan mencapai 18,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,11 triliun.
- 437 saham berwarna hijau, 192 merah, dan 159 stabil.
- Sektor barang baku mencatat kenaikan tertinggi 1,93%.
- PT Vale Indonesia menjadi saham LQ45 teratas dengan kenaikan 7,65%.
Mengapa IHSG Menguat pada Sesi I Jumat 31 Juli 2026?
Penguatan IHSG disebabkan oleh dominasi saham berwarna hijau yang jauh lebih banyak dibandingkan saham merah. Menurut laporan BeritaSatu, sebanyak 437 saham berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor barang baku yang naik 1,93% serta sektor perindustrian dan properti masing-masing naik 1,25%. Aktivitas perdagangan juga sangat tinggi dengan volume 18,67 miliar saham dan nilai transaksi Rp 11,11 triliun, menandakan likuiditas kuat yang mendukung pergerakan naik. Kombinasi antara jumlah saham penguat yang signifikan dan sektor-sektor berkontribusi positif memperkuat sentimen bullish investor pada sesi pertama. Akibatnya, pasar menunjukkan kemampuan menyerap aliran beli yang besar tanpa tekanan harga yang signifikan.
Saham apa saja yang memimpin penguatan LQ45 pada sesi I?
PT Vale Indonesia Tbk menjadi kontributor utama dengan lonjakan 7,65%, diikuti PT Surya Citra Media Tbk naik 5,05% dan PT Astra International Tbk naik 4,04%. Kontan mencatat bahwa ketiga saham tersebut berada di daftar top gainers LQ45, mencerminkan kinerja kuat di sektor logam, media, dan otomotif. Di sisi lain, tekanan jual paling besar dialami PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang turun 2,25%, diikuti PT Mitra Adiperkasa Tbk turun 2,24% dan PT Bank Central Asia Tbk turun 1,55%. Pergerakan terkontras ini menyoroti perbedaan sentimen antar sektor, di mana industri bahan mentah dan konsumer menunjukkan optimisma, sementara sektor telekomunikasi dan ritel menghadapi tekanan. Dinamika ini memberi petunjuk bagi investor tentang peluang rotasi antar grup saham dalam indeks utama.
Bagaimana volume dan nilai transaksi tinggi memengaruhi likuiditas pasar hari itu?
Volume sebesar 18,67 miliar saham serta nilai transaksi Rp 11,11 triliun mencerminkan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi, sehingga meningkatkan likuiditas pasar pada sesi I. Data Bursa Efek Indonesia yang dikutip oleh Kontan menunjukkan bahwa partisipasi luas investor menurunkan spread bid-ask, mempermudah eksekusi order tanpa menggerakkan harga secara drastis. Dengan likuiditas yang kuat, pasar mampu menampung aliran beli dan jual secara simultan, mengurangi volatilitas spasi yang biasanya muncul pada sesi dengan volume rendah. Kondisi ini memberi kepercayaan kepada pelaku pasar untuk melakukan transaksi besar, sekaligus menegaskan bahwa pergerakan IHSG pada hari tersebut didukung oleh fondasi pasar yang sehat.
Sumber : AI News