IHSG Rebound Di Awal Sesi, Sektor Teknologi Pimpin Penguatan Sektoral
Wednesday, April 29, 2026       09:33 WIB
  • IHSG dibuka menguat 0,34% ke level 7.096, dengan tujuh sektor naik dipimpin teknologi (+2,60%) dan keuangan (+0,72%).
  • Tekanan global: Wall Street melemah, dana asing keluar Rp8,7 triliun sepekan, ditambah kabar Uni Emirat Arab keluar dari OPEC memicu potensi lonjakan harga minyak.
  • Komoditas bergejolak: minyak mentah naik 3,69% ke USD99,93 per barel, emas turun 1,85%, batubara naik 1,57%; rekomendasi saham pilihan , , dan .

Ipotnews - Pada Rabu (29/4), IHSG dibuka menguat di level 7.096 atau naik 0,34 persen atau 24 poin dari sesi penutupan kemarin di level 7.072.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, IHSG mulai ngegas dengan menguat 0,39 persen atau 27 poin ke level 7.100. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.115 dan terendah di level 7.087 yang tetap berada di zona hijau.
Terdapat 305 emiten yang bergerak menguat, 226 emiten melemah dan 428 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 165,7 ribu kali dengan nilai Rp1,35 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp12,61 triliun.
Tujuh sektor bergerak menguat dan empat sektor lainnya melemah. Sektor yang melemah yaitu bahan baku -0,15 persen menjadi 2.226, sektor infrastruktur melemah 4 poin ke level 2.045, kesehatan -1,64 persen menjadi 1.711 dan sektor konsumer primer -0,07 persen menjadi 1.072.
Untuk sektor yang menguat yaitu industri 0,79 persen ke level 2.090, teknologi 2,60 persen menjadi 7.926, sektor konsumer non primer 0,39 persen menjadi 734, properti 0,11 persen menjadi 937, energi 0,13 persen menjadi 3.784, sektor transportasi 0,63 persen menjadi 2.220 dan keuangan 0,72 persen menjadi 1.377.
Perkembangan pasar global dan domestik kembali menjadi sorotan. Indeks Wall Street kompak melemah, begitu juga IHSG pada perdagangan kemarin ditutup terkoreksi 0,48 persen ke level 7.072 dengan disertai net sell asing Rp1,24 triliun.
"Harapannya hari ini IHSG kembali reversal atau menguat," kata Hari Rachmansyah, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) dalam Market Update via Live IG.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam sepekan terakhir dana keluar asing senilai Rp8,7 triliun. Dana asing yang keluar dari pasar Indonesia ini dinilai sangat besar dan belum diketahui secara pasti kapan hengkangnya investor asing ini berakhir.
Pelemahan indeks di AS turut dipicu kabar keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC pada 1 Mei 2026. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi koordinasi produksi minyak global.
"Kabar keluarnya Uni Emirat ini akan memicu kontrol terhadap produksi minyak global semakin berkurang sehingga ini dapat memicu kenaikan harga crude oil," katanya.
Dari sisi komoditas, harga minyak mentah naik 3,69 persen ke level USD99,93 per barel. Sebaliknya, emas turun 1,85 persen ke level USD4.594 per troy ounce, sementara batubara menguat 1,57 persen menjadi USD132,25 per metrik ton.
Hari merekomendasikan tiga saham pilihan bagi investor:
- Buy, entry 535, target 600, stop loss 505
- Buy, entry 1.990, target 2.100, stop loss 1.950
- Buy, entry 9.500, target 10.175, stop loss 9.200.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin