Indonesia Market Summary (06/02/2026)
Friday, February 06, 2026       08:55 WIB

inline-image-big
Sell-off lintas aset memanas di pasar US dengan benchmark saham, komoditas hingga kripto jatuh menyusul kekhawatiran spending AI, membaiknya geopolitik dan kembali menguatnya dollar.
- S&P 500 naik 1.2%, Nasdaq 100 naik 1.4%, Dow Jones naik 1.2%
- Indeks ketakutan pasar (VIX) melonjak naik 16.8% keatas level ~21 menandakan sikap investor yang masuk ke zona khawatir.
- Dollar dan US Treasury menjadi pilihan safe haven dengan penguatan 0.3% pada DXY dan penurunan 9bps pada 10y treasury ke level 4.18%.
inline-image-big
Emas dan perak melanjutkan kejatuhannya masing ~5% dan ~20%, sementara minyak turun 3.6% menyusul rencana pertemuan antara US-Iran di Oman hari ini, meredakan ketegangan geopolitik.
Penurunan juga terjadi di komoditas metal industri dengan Copper jatuh 1% ke bawah level $13,000/ton, Nickel turun 1.5%.
Tekanan baru pada JCI mungkin akan berlanjut seiring downgrade Moody's pada outlook peringkat utang Indonesia dari Stabil ke Negatif meski tetap mempertahankan rating Investment Grade pada level Baa2 https://bloom.bg/4caMvJs
- Bukan karena ultimatum MSCI , downgrade oleh Moody's lebih didasarkan pada kebijakan Pemerintah yang sulit diprediksi.
- Tekanan fiskal diperkirakan meningkat akibat program sosial, seperti MBG dan rumah murah, yang berisiko memaksa pemerintah menaikkan batas defisit anggaran di atas 3% dari GDP jika pendapatan negara tidak ikut naik.
- Kekhawatiran mengenai independensi Bank Indonesia juga mencuat setelah adanya perdebatan legislatif terkait mandat bank sentral dan penunjukan anggota keluarga presiden sebagai deputi gubernur, yang semakin menambah ketidakpastian bagi investor.
inline-image-big
Ekonomi Indonesia berhasil mencatatkan kinerja yang impresif di penghujung tahun 2025 dengan pertumbuhan GDP yang melesat hingga 5.39% pada 4Q25, level tertinggi sejak tahun 2022.
- Sepanjang tahun 2025 ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5.11% (vs 5.04% pada 2024)
- Sektor riil menunjukkan taringnya dengan ekspansi di hampir seluruh lini industri, terutama manufaktur, perdagangan, dan pertanian yang menjadi penopang utama di tengah melambatnya kinerja ekspor akibat tekanan harga komoditas.
- Pemerintah optimis menargetkan pertumbuhan hingga 6% tahun ini dengan strategi mempercepat belanja negara di awal tahun serta mendorong investasi melalui Danantara.
inline-image-big
o
Mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun 2025 dengan pencapaian laba bersih Rp56.3 triliun melampaui konsensus pasar, didorong oleh pertumbuhan kredit yang kuat, khususnya di segmen korporasi, serta perbaikan kualitas aset yang konsisten meskipun terdapat tekanan pada margin bunga bersih akibat penurunan imbal hasil pinjaman. Manajemen tetap optimis dengan prospek pertumbuhan laba di tahun mendatang, didukung oleh normalisasi biaya operasional dan likuiditas yang melimpah.
- Laba bersih FY25 mencapai Rp56.3 triliun +1% YoY, ditopang oleh pertumbuhan total kredit yang impresif sebesar +13% YoY yang melampaui guidance manajemen.
- Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun menjadi 1.1% pada 4Q meskipun NIM terkoreksi ke level 4.9% -26bp YoY karena penurunan yield pinjaman.
- Valuasi sangat menarik pada P/B 1.5x dan P/E 7.9x FY26F, lebih rendah dari rata-rata historis 10 tahunnya.
o Poultry
Tetap kuatnya harga ayam pedaging di level Rp20,000/kg berkat keseimbangan pasokan yang membaik dan tambahan permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) --meskipun terdapat kenaikan biaya bahan baku pakan-- membuat margin keuntungan perusahaan diperkirakan tetap stabil karena kemampuan meneruskan biaya tersebut ke harga jual, yang mendorong revisi kenaikan laba bersih signifikan bagi (+19.6%) dan (+16.5%) untuk tahun 2026.
o Barito Group
Menyusul , dan -- dan berencana melakukan buyback masing sebesar Rp1 dan 2 Triliun Rupiah.
Agenda Korporasi
06/02: Waran Maturity: -W
RUPS :
09/02: Waran Maturity: -W
10/02: Cash Deviden Cumdate:
RUPS : , ,
11/02: Waran Maturity: -W, -W
RUPS :
12/02: RUPS : , , ,
13/02: Waran Maturity: -W
RUPS : ,
Agenda Ekonomi
1. ID - Cadangan Devisa Indonesia (USD) (Jan)
2. US - Tingkat Pengangguran
Suspensi
- Open :
- Suspend :
Pemantauan Khusus/FCA
- In :
- Out :
Unusual Market Activity (UMA)
- , ,
Disclaimer On
  IPOT Platinum Club 

Sumber : IPS