- Wall Street menguat dipimpin S&P 500 dan Nasdaq karena optimisme meredanya konflik Timur Tengah.
- Saham teknologi dan keuangan melesat, terutama Microsoft dan Oracle, sementara sektor defensif melemah.
- Investor menanti laporan keuangan bank kakap di tengah ketidakpastian inflasi dan suku bunga.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menghijau, Senin, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melonjak lebih dari 1 persen. Penguatan terjadi di tengah optimisme investor bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi menemukan solusi, meski perundingan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan kembali gagal.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup melesat 69,35 poin atau 1,02 persen ke posisi 6.886,24, Nasdaq Composite Index melambung 280,84 poin atau 1,23 persen menjadi 23.183,74, dan Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63 persen jadi 48.218,25, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Senin (13/4) atau Selasa (14/4) pagi WIB.
Pada awal sesi perdagangan, pasar bergerak cenderung datar, namun momentum menguat pada sore hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan, meski dia menegaskan tidak akan menerima perjanjian yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.
Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah AS mengumumkan dimulainya blokade terhadap kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, sementara Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap negara-negara Teluk setelah gagalnya pembicaraan damai.
Menurut Mark Luschini, Chief Investment Strategist Janney Montgomery Scott, pasar mulai menunjukkan "desensitisasi" terhadap dinamika naik-turun perundingan yang terus berubah. Dia menilai investor khawatir tertinggal momentum jika kesepakatan damai tiba-tiba tercapai dan memicu reli besar di pasar.
Harga minyak yang sempat melonjak juga kembali terkoreksi dari level tertingginya di bawah USD100 per barel, turut membantu meredakan tekanan di pasar saham. Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menyebut pasar minyak saat ini mengindikasikan bahwa lonjakan harga kemungkinan hanya bersifat sementara, sehingga dampaknya terhadap ekonomi Amerika bisa terbatas.
Volume perdagangan tercatat lebih rendah dari rata-rata, dengan 15,9 miliar saham berpindah tangan dibandingkan rata-rata 19,07 miliar dalam 20 sesi terakhir.
Pada penutupan Senin, S&P 500 telah menghapus semua kerugiannya setelah perang dimulai, ketika berakhir 0,1% di atas penutupan 27 Februari. S&P anjlok hingga 7,8% dari level sebelum perang sejak permusuhan dimulai pada akhir Februari.
Secara sektoral, sektor jasa keuangan dan teknologi menjadi pendorong utama dengan kenaikan lebih dari 1,7 persen. Saham teknologi menguat signifikan, dipimpin Microsoft yang melambung 3,6 persen dan Oracle yang melejit 12,7 persen, menjadi saham dengan kenaikan terbesar di S&P 500.
ETF teknologi perangkat lunak juga mencatat kenaikan tajam 5,4 persen, terbesar sejak April tahun lalu, setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan.
Sebaliknya, sektor defensif seperti utilitas dan barang konsumsi justru melemah, masing-masing melorot 1,2 persen dan 1 persen.
Di sisi lain, musim laporan keuangan mulai memberikan sinyal campuran. Goldman Sachs menjadi salah satu penekan utama Dow Jones setelah sahamnya merosot 1,9 persen, meski perusahaan mencatat laba di atas ekspektasi. Investor dinilai lebih fokus pada potensi melemahnya aktivitas perdagangan di tengah ketidakpastian geopolitik.
"Kami tidak melihat pasar benar-benar terlalu memperhatikan kinerja laba yang melebihi ekspektasi. Dan itu semua karena prospek inflasi yang lebih tinggi, aktivitas ekonomi yang lebih lemah, dan the Fed yang mungkin terpaksa mempertahankan suku bunga tetap untuk waktu yang sangat lama," kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Spartan Capital Securities.
CEO Goldman Sachs, David Solomon, menyebut volatilitas akibat konflik telah menekan aktivitas IPO, meski dia optimistis aktivitas pasar akan kembali pulih ketika kondisi stabil.
Investor kini menantikan laporan kinerja dari sejumlah bank kakap seperti JPMorgan Chase, Citigroup, dan Wells Fargo yang akan dirilis Selasa.
Di pasar lainnya, saham Allogene Therapeutics melonjak 12,5 persen setelah data awal studi terapi kanker darah menunjukkan hasil positif. Albemarle, produsen lithium terbesar dunia, juga melompat 6,8 persen setelah target harga sahamnya dinaikkan oleh Oppenheimer, menjadi USD222 dari USD216.
Kendati indeks Dow Jones Transportation Average melesat 2,5%, saham terlemahnya adalah maskapai penerbangan dengan United Airlines dan Delta Air Lines kehilangan lebih dari 1% dan American Airlines turun 0,8% karena kekhawatiran tentang kenaikan harga minyak yang meningkatkan biaya bahan bakar.
Saham distributor perlengkapan industri Fastenal anjlok 6,9% setelah pengumuman pendapatan. Namun, Sandisk melonjak 11,8% karena produsen chip memori tersebut berada di jalur untuk bergabung dengan indeks Nasdaq-100 pada 20 April.
Secara terpisah, data menunjukkan penjualan rumah di AS melorot ke level terendah sembilan bulan sepanjang Maret di tengah persediaan yang ketat dan meningkatnya kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja.
Jumlah saham yang naik melebihi yang turun dengan rasio 2,8 banding 1 di NYSE , di mana terdapat 216 rekor tertinggi baru dan 63 rekor terendah baru.
Di Nasdaq, 3.533 saham menguat dan 1.251 saham melemah, dengan jumlah saham yang naik melebihi yang turun dengan rasio 2,82 banding 1. Indeks S&P 500 mencatat 21 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 11 rekor terendah baru. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Salesforce Inc (4,76%)
-Microsoft Corporation (3,63%
-American Express Company (3,29%)
Saham berkinerja terburuk
-Goldman Sachs Group Inc (-1,89%)
-Walmart Inc (-1,74%)
-Verizon Communications Inc (-1,43%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Oracle Corporation (12,69%)
-Fair Isaac Corporation (8,52%)
-Cadence Design Systems Inc (8,51%)
Saham berkinerja terburuk
-Fastenal Company (-6,83%)
-Conagra Brands Inc (-4,45%)
-Edison International (-4,40%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Huachen AI Parking Management Technology Holding Co Ltd (3.642,86%)
-Real Messenger Corp (475,08%)
-Akanda Corp (404,79%)
Saham berkinerja terburuk
-Replimune Group Inc (-64,39%)
-Aimei Health Technology Co Ltd (-31,05%)
-Scworx Corp (-30,94%)
Sumber : Admin