Investor Asing Borong GOTO Net Buy Rp 288,3 Miliar saat IHSG Turun
Saturday, October 17, 2026       21:20 WIB

AI News - Investor asing mencatatkan pembelian bersih terbesar pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk senilai Rp288,3 miliar pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, bersamaan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) lebih dari 11%.

Poin Penting

  • Net buy asing : Rp288,3 miliar (119 juta saham, rata-rata Rp24).
  • Net sell asing : Rp2,32 triliun (4,5 juta saham, rata-rata Rp5.214).
  • IHSG turun 678,6 poin (11,57%) ke 5.185,1 pada penutupan 16 Oktober 2026.
  • Trading halt diberlakukan pukul 08:58 JATS karena penurunan IHSG 8%.
  • Kapitalisasi pasar minggu ini Rp9,157 triliun, turun 14,43% dibandingkan pekan sebelumnya.

Mengapa Investor Asing Memilih di Tengah Penurunan IHSG ?


Investor asing memilih karena nilai beli bersihnya mencapai Rp288,3 miliar, menjadikan saham ini yang paling diminati pada hari itu, sebagaimana dilaporkan KabarBursa. Penurunan tajam IHSG menciptakan peluang bagi mereka yang mencari eksposur pada platform teknologi dengan pertumbuhan pengguna yang kuat, sementara nilai rata-rata transaksi Rp24 per saham menunjukkan harga yang relatif terjangkau. Data Stockbit juga mengungkapkan bahwa saham Indofood Sukses Makmur dan Merdeka Gold Resources masing-masing mencatat net buy Rp75,6-75,7 miliar dan Rp58,6 miliar, menandakan minat luas terhadap sektor konsumer dan tambang selain teknologi. Dengan volume 119 juta lembar, transaksi mencerminkan likuiditas tinggi meski pasar umum sedang tertekan, sehingga menambah daya tarik bagi aliran dana luar. Hal ini menegaskan bahwa investor asing masih menilai fundamental perusahaan berbasis digital lebih kuat dibandingkan risiko makro yang sedang berlangsung.

Apa Dampak Penjualan Besar Terhadap Sentimen Pasar?


Penjualan bersih mencapai Rp2,32 triliun, menjadikannya saham paling banyak dijual oleh asing pada sesi tersebut, menurut data yang disampaikan Valentina Simon, Sekretaris Perusahaan BEI, yang dapat menurunkan kepercayaan investor pada sektor perbankan domestik. Besarnya nilai jual dipadukan dengan penurunan nilai rata-rata transaksi menjadi Rp5.214 per lembar, menunjukkan tekanan signifikan pada harga saham bank besar dan menambah volatilitas indeks. Selain , Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri masing-masing mencatat penjualan asing Rp1,14 triliun dan Rp868 miliar, memperluas dampak negatif pada keseluruhan sektor keuangan. Investor.id melaporkan bahwa total net sell di pasar mencapai Rp3,35 triliun, mengindikasikan aliran dana keluar yang luas, sementara hanya 11 saham naik di antara lebih dari 900 yang diperdagangkan, menegaskan dominasi sentimen bearish. Akibatnya, tekanan jual pada saham perbankan dapat memperlemah dukungan terhadap IHSG dan memperlambat pemulihan likuiditas di pasar saham Indonesia.

Bagaimana Trading Halt dan Penurunan Kapitalisasi Pasar Mempengaruhi Likuiditas Bursa?


Trading halt yang diberlakukan pada pukul 08:58 JATS pada Jumat, 16 Oktober 2026, diakibatkan penurunan IHSG lebih dari 8%, sebagaimana dijelaskan Valentina Simon, Sekretaris Perusahaan BEI, yang bertujuan menstabilkan pergerakan harga di tengah volatilitas ekstrem. Akibatnya, rata-rata volume transaksi harian turun 5,22% menjadi 44,102 miliar lembar, sementara nilai transaksi harian sedikit menyusut menjadi Rp16,21 triliun, menandakan likuiditas yang melemah. Kapitalisasi pasar minggu itu tercatat Rp9,157 triliun, mengalami penurunan 14,43% dibandingkan pekan sebelumnya, mencerminkan dampak penurunan harga dan penjualan besar saham perbankan. Net sell asing harian sebesar Rp3,34-3,35 triliun menambah tekanan penurunan likuiditas, memperkuat persepsi risiko bagi investor domestik dan internasional. Kondisi ini memperlihatkan bahwa mekanisme penghentian perdagangan serta penurunan nilai pasar berkontribusi pada penurunan aliran dana, yang dapat memperpanjang fase koreksi pasar hingga adanya intervensi kebijakan atau pembaruan fundamental.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News