Investor Tinggalkan Saham Teknologi, Nasdaq dan S&P 500 Melempem; Dow Menghijau
Thursday, August 21, 2025       04:33 WIB
  • Nasdaq dan S&P 500 turun karena aksi jual saham teknologi menjelang pidato Chairman Fed di Jackson Hole.
  • Investor rotasi ke sektor defensif seperti energi dan kesehatan, seiring kekhawatiran valuasi tinggi dan gelembung AI.
  • Saham chip dan ritel tertekan, dipicu kekhawatiran campur tangan pemerintah dan dampak tarif terhadap konsumen.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Rabu, dengan Nasdaq dan S&P 500 melemah karena investor menjual saham teknologi dan beralih ke sektor yang valuasinya lebih rendah, sembari menunggu pernyataan dari pejabat Federal Reserve pada simposium Jackson Hole pekan ini.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 16,04 poin, atau 0,04%, menjadi 44.938,31, S&P 500 turun 15,59 poin, atau 0,24%, menjadi 6.395,78, dan Nasdaq Composite Index menyusut 142,09 poin, atau 0,67%, menjadi 21.172,86, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (20/8) atau Kamis (21/8) pagi WIB.
Saham teknologi, yang menjadi pendorong utama pemulihan dari aksi jual Wall Street pada April, melorot. Indeks teknologi S&P 500 memangkas penurunan awal dan mengakhiri sesi dengan pelemahan 0,8%.
Tujuh dari 11 sektor S&P 500 menghijau, dipimpin sektor energi, perawatan kesehatan, dan consumer staples.
"Jika dilihat secara lebih luas, ini lebih merupakan rotasi daripada aksi jual yang sebenarnya," kata Bryant van Cronkhite, Manajer Portofolio Allspring. "Valuasi saham teknologi terlihat melebar dalam konteks pengeluaran yang meningkat saat ini. Kedua, saya ingin mengatakan bahwa ada banyak sektor di pasar yang terlihat sangat menarik dari sudut pandang valuasi, tetapi mereka diabaikan secara luas."
Volume perdagangan di bursa Wall Street relatif rendah, dengan 15,5 miliar lembar saham ditransaksikan, dibandingkan rata-rata 17,7 miliar lembar saham selama 20 sesi sebelumnya.
Analis menyebutkan sejumlah faktor lain di balik aksi jual saham teknologi dipicu komentar CEO OpenAI, Sam Altman, minggu lalu, tentang "gelembung" saham kecerdasan buatan, dan studi dari Massachusetts Institute of Technology yang menunjukkan banyak perusahaan teknologi kesulitan mengubah AI menjadi keuntungan aktual.
Investor juga khawatir tentang campur tangan pemerintah di sektor swasta. Pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih saham di perusahaan chip seperti Intel, beberapa minggu setelah kesepakatan pembagian pendapatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Nvidia dan AMD.
Saham Nvidia turun 0,1% dan Advanced Micro Devices melemah 0,8%, sementara Intel dan Micron anjlok antara sekitar 7% dan 4%.
Semua saham teknologi berkapitalisasi besar berguguran. Laporan keuangan kuartalan Nvidia pada 27 Agustus ditunggu untuk mendapatkan petunjuk tentang permintaan kecerdasan buatan.
Apple dan Alphabet juga tertekan, masing-masing ditutup merosot sekitar 2% dan 1,1%.
Risalah rapat the Fed periode Juli, di mana suku bunga tidak berubah, menunjukkan hampir semua perumus kebijakan memandang tepat untuk mempertahankan kisaran target federal funds rate di 4,25% hingga 4,50%, meski ada dua orang tidak setuju.
Konferensi tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, dimulai Jumat, dengan Chairman Jerome Powell diperkirakan memberikan pidato. Pernyataannya akan diawasi untuk mendapatkan sinyal kebijakan. Investor memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, menurut data yang dikumpulkan LSEG .
Sementara itu, investor juga memantau seruan Trump untuk pengunduran diri Gubernur Fed Lisa Cook, dengan Presiden mengutip tuduhan bahwa dia terlibat dalam penipuan hipotek.
Laba dari raksasa ritel, yang dipandang sebagai barometer kesehatan konsumen Amerika, juga akan dirilis pekan ini ketika sentimen pasar terpukul oleh kekhawatiran bahwa tarif dapat mendorong harga lebih tinggi.
Saham Target anjlok 6,3% setelah perusahaan menunjuk CEO baru dan mempertahankan proyeksi tahunannya yang diturunkan pada Mei.
Raksasa kosmetik Estee Lauder melorot 3,4% setelah hambatan terkait tarif membebani proyeksi laba tahunannya.
Jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,09 banding 1 di NYSE . Terdapat 161 harga tertinggi baru dan 61 harga terendah baru di NYSE .
S&P 500 mencatat 22 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak ada titik terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 37 titik tertinggi baru dan 119 titik terendah baru. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Travelers Companies (2,05%)
-Walmart Inc (1,27%)
-Caterpillar Inc (1,08%)
Saham berkinerja terburuk
-Apple Inc (-1,98%)
-Amazon.com Inc (-1,86%)
-Unitedhealth Group (-1,45%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Analog Devices Inc (6,23%)
-McKesson Corporation (3,85%)
-Paramount Skydance Corp (3,70%)
Saham berkinerja terburuk
-Intel Corporation (-7,03%)
-Target Corporation (-6,33%)
-Dell Technologies Inc (-4,97%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Tharimmune Inc (200,42%)
-Alpha Technology Group Ltd (48,91%)
-Pop Culture Group Co Ltd (36,14%)
Saham berkinerja terburuk
-eLong Power Holding Ltd (-87,55%)
-Star Fashion Culture Holdings Ltd (-78,99%)
-Windtree Therapeutics Inc (-78,37%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini