Kinerja Nvidia Dorong Reli AI, S&P 500 dan Dow Cetak Rekor Penutupan
Friday, August 29, 2025       04:23 WIB
  • Indeks S&P 500 naik 0,32% dan Dow Jones menguat 0,16%, mencetak rekor, didorong laporan Nvidia yang menunjukkan permintaan AI tetap kuat meski hasil kuartal sedikit di bawah ekspektasi.
  • Saham Nvidia turun 0,8% karena ketidakpastian perdagangan dengan China, namun Alphabet (+2%), Amazon (+1%), dan Broadcom (+3%) melonjak, mengkonfirmasi tren positif sektor AI.
  • Klaim pengangguran turun dan laba korporasi naik, mendukung ekspektasi pemotongan suku bunga the Fed pada September, sementara data inflasi PCE yang akan dirilis menjadi fokus investor selanjutnya.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menghijau, Kamis, dengan S&P 500 dan Dow mencetak rekor penutupan tertinggi, didorong optimisme pasar terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), meski laporan keuangan Nvidia sedikit di bawah ekspektasi.
Indeks berbasis luas S&P 500 menguat 0,32% atau 20,46 poin menjadi 6.501,86 poin, rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (28/8) atau Jumat (29/8) pagi WIB.
Sementara itu, Nasdaq Composite Index ditutup naik 0,53% atau 115,02 poin menjadi 21.705,16 poin, dan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,16% atau 71,67 poin jadi 45.636,90, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai pada 22 Agustus.
Tujuh dari sebelas sektor dalam indeks S&P 500 ditutup menguat, dipimpin jasa komunikasi yang melesat 0,94%, disusul sektor energi yang naik 0,68%.
Saham Nvidia melorot 0,8% setelah dalam laporan keuangannya, perusahaan menyatakan tidak memasukkan proyeksi penjualan ke China akibat ketidakpastian hubungan dagang antara Amerika Serikat-China. Meski demikian, Nvidia mencatat lonjakan pendapatan 56% secara tahunan, yang tetap dianggap sebagai bukti kuat bahwa permintaan untuk infrastruktur AI masih sangat tinggi.
Investor menyambut positif laporan keuangan Nvidia sebagai konfirmasi bahwa tren AI masih menjadi penggerak utama pasar. Saham raksasa teknologi lainnya ikut menguat, dengan Alphabet melonjak 2%, Amazon melesat 1%, dan Broadcom melejit hampir 3%.
"Nvidia adalah anomali. Jadi, kalaupun hasilnya dianggap mengecewakan, itu hanya karena ekspektasi pasar sudah nyaris mustahil untuk dipenuhi," ujar Ross Mayfield, analis Baird. "Yang jelas, pendorong struktural utama pasar saat ini, yakni AI, masih sangat kuat dan belum menunjukkan tanda-tanda melambat."
Saham Nike turun 0,2% setelah perusahaan mengumumkan pemangkasan kurang dari 1% tenaga kerja korporat karena terus kehilangan pangsa pasar terhadap para pesaing.
Data ekonomi yang dirilis Kamis turut meredam kekhawatiran pasar akan perlambatan ekonomi. Klaim pengangguran mingguan tercatat lebih rendah dari perkiraan, dan laporan terpisah memperlihatkan laba perusahaan Amerika pulih pada kuartal kedua.
Ekspektasi Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi turut mendorong sentimen positif di pasar. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan lebih dari 80% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan September, menurut FedWatch Tool CME Group.
Investor juga menantikan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis Jumat, sebagai indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga the Fed. Jika data tersebut menunjukkan peningkatan tekanan inflasi, ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan bisa teredam.
Di tengah dinamika pasar, Gubernur Fed Lisa Cook mengajukan gugatan hukum untuk menentang upaya Presiden Donald Trump yang berusaha mencopotnya dari jabatan awal pekan ini.
Sementara itu, saham Snowflake meroket 20% setelah perusahaan analitik data tersebut menaikkan proyeksi pendapatan produk untuk tahun fiskal 2026, mengutip permintaan yang terus menanjak untuk solusi berbasis AI.
Saham HP Inc juga melesat 4,6% setelah melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi berkat peningkatan penjualan PC bertenaga AI.
Sebaliknya, saham Hormel Foods anjlok 13% setelah memberikan proyeksi laba kuartalan yang lebih rendah dari estimasi analis.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun di indeks S&P 500 melebihi yang naik dengan rasio 1,2 banding 1. Indeks tersebut mencatatkan 28 saham yang mencapai level tertinggi baru dan lima saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, terdapat 117 saham yang mencetak rekor tertinggi dan 52 saham berada di posisi terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street relatif ringan, dengan total transaksi mencapai 13,8 miliar lembar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 16,7 miliar dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Salesforce Inc (1,76%)
-Cisco Systems Inc (1,45%)
-American Express Company (1,41%)
Saham berkinerja terburuk
-Merck & Company Inc (-1,01%)
-Amgen Inc (-0,88%)
-Procter & Gamble Company (-0,83%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Fair Isaac Corporation (6,13%)
-Agilent Technologies Inc (5,28%)
-CrowdStrike Holdings Inc (4,59%)
Saham berkinerja terburuk
-Hormel Foods Corporation (-13,11%)
-Cooper Companies Inc (-12,85%)
-Brown Forman (-4,86%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Sound Group Inc (230,51%)
-CaliberCos Inc (162,35%)
-Agrify Corp (50,33%)
Saham berkinerja terburuk
-Outlook Therapeutics Inc (-54,11%)
-SMX Security Matters Ord Shs Class A (-51,80%)
-Next Technology Holding Inc (-49,35%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini