- Digital melonjak: Pengguna BRImo tembus 47,8 juta (+18,6% yoy) dengan volume transaksi Rp2.042 triliun (+29,4% yoy), menunjukkan adopsi kuat layanan digital.
- Funding makin solid & efisien: DPK naik jadi Rp1.555 triliun (+9,4% yoy), meningkat ke 68,07%, mendorong penurunan cost of fund dari 3% ke 2,3%.
- Kinerja keuangan tumbuh: Aset Rp2.250 triliun (+7,2% yoy), kredit Rp1.562 triliun (+13,7% yoy), laba bersih Rp15,5 triliun (+13,7% yoy).
Ipotnews - Akselerasi digital PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () menuai hasil nyata yang tercermin dari pertumbuhan pengguna Super Apps BRImo yang mencapai 47,8 juta user atau meningkat 18,6% yoy per Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto dalam siaran pers Perseroan yang dibagikan pada Senin (4/5).
Tingginya jumlah pengguna BRImo tidak hanya mencerminkan perluasan jangkauan layanan digital BRI, tetapi juga menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan layanan BRImo untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Adapun, peningkatan pemanfaatan BRImo sendiri tercermin dari nilai volume transaksi BRImo yang menunjukkan lonjakan signifikan, di mana hingga Triwulan I 2026, nilai volume transaksi BRImo mencapai Rp2.042,2 triliun, atau meningkat 29,4% secara year-on-year (yoy) dibandingkan posisi Maret 2025.
"Basis pengguna BRImo yang besar, yang diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi, sehingga turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan ini," kata Aquarius.
Di sisi lain, kinerja BRImo yang tumbuh signifikan tersebut pun berdampak positif terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BRI yang secara konsolidasian meningkat 9,4% yoy, sehingga total DPK BRI mencapai Rp1.555,1 triliun. Dari sisi komposisi, kualitas pendanaan juga semakin solid, tercermin dari meningkatnya porsi dana murah () menjadi 68,07% pada Triwulan I 2026 atau setara Rp1.058,6 triliun, dari sebelumnya 65,77% pada Triwulan I 2025. Dalam setahun, pertumbuhan BRI mencapai Rp123,7 triliun.
Penguatan tersebut kemudian mendorong efisiensi biaya dana. Di sisi funding, cost of fund turun dari 3% menjadi 2,3%. Ini menunjukkan efektivitas strategi BRI dalam memperkuat dan mengelola struktur pendanaan yang lebih efisien, sehingga memberikan ruang yang lebih baik bagi margin ke depan.
Peningkatan aktivitas transaksi digital dan penguatan funding tersebut pun kian menunjang pertumbuhan bisnis BRI secara keseluruhan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI kini mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% yoy. Selain itu, pembiayaan BRI menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan total kredit dan pembiayaan meningkat sebesar 13,7% yoy menjadi Rp1.562 triliun.
Pada periode yang sama, dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% secara yoy.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin