Pasar Emerging Market Asia Bergerak Bervariasi; IHSG Anjlok, Rupiah Lunglai Mendekati 17.000
Monday, March 16, 2026       15:46 WIB

Ipotnews - Bursa saham dan mata uang  emerging market  Asia bergerak mixed, hinga menjelang akhri sesi perdagangan hari ini, Senin (16/3). IHSG anjlok ke level terendah dalam delapan bulan, sementara rupiah terkulai mendekati level 17.000 per dolar AS.
Investor mengkhawatirkan pelampauan batas defisit anggaran Indonesia, akibat perang di Timur Tengah yang mengerek harga minyak global. Indonesia adalah negara pengimpor minyak bersih yang banyak membeli minyak dri kawasan tersebut
Presiden Prabowo Subianto, dalam wawancara dengan Bloomberg, akhir pekan lalu, mengatakan bahwa ia akan menyetujui kenaikan sementara defisit anggaran melampaui batas hukum 3% jika harga minyak tetap tinggi dalam jangka waktu yang cukup lama.
Investor khawatir langkah tersebut dapat membuka ruang bagi belanja pemerintah yang lebih luas dan sulit diprediksi, sehingga mengancam disiplin fiskal Indonesia yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
"Bahaya yang lebih besar bukan hanya defisit yang melebar, tetapi sinyal bahwa aturan fiskal mulai bisa dinegosiasikan," kata Josua Pardede, kepala ekonom Permata Bank kepada Reuters.
"Begitu sinyal itu muncul, hal tersebut dapat melemahkan rupiah, menaikkan biaya pinjaman, dan membuat setiap janji kebijakan di masa depan menjadi lebih sulit untuk dibiayai," tambahnya.
Pardede menilai presiden kemungkinan tidak akan "segera terburu-buru secara resmi mencabut batas tersebut dalam jangka pendek." Namun ia berpendapat peluang terjadinya pelanggaran batas defisit meningkat secara signifikan jika harga minyak tetap tinggi selama berbulan-bulan dan rupiah terus berada di bawah tekanan.
Lman Reuters melaporkan, hingga selepas pukul 15:00 WIB, IHSG anjlok 1,5% dan menuju level penutupan terendah sejak Juli 2025. Rupiah melemah hingga 16.995 per dolar AS - nyaris menyentuh level psikologis penting 17.000.
Sejak awal perang Iran melawan AS-Israel, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun melonjak lebih dari 40 basis poin menjadi 6,819%, level tertinggi sejak akhir Juni tahun lalu.
Data yang dihimpun ekonom pasar global Maybank, Myrdal Gunarto menunjukkan investor asing telah menarik dana sebesar Rp13,18 triliun (sekitar USD775,75 juta) dari obligasi pemerintah sepannjang bulan ini.
Di kawasan lain di  emerging  Asia, pergerakan saham cenderung berfluktuasi karena investor masih waspada terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Namun demikian ada harapan bahwa koalisi pengawalan kapal di Selat Hormuz dapat meredakan tekanan pasokan minyak.
Lonjakan harga minyak sejak pecahnya perang telah mengguncang pasar keuangan global, memicu arus keluar besar dari pasar saham serta memperumit prospek inflasi bagi sebagian besar bank sentral, yang kemungkinan akan menghentikan siklus pelonggaran kebijakan moneter mereka.
Jajak pendapat Reuters menunjukkan Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur, Selasa besok.
Indeks saham Kospi, di Seoul ditutup melaju 1,1% setelah sebelumnya sempat turun hingga 0,7%. Indeks acuan TAIEX, Taiwan melemah tipis setelah bergerak dalam rentang sempit. Dolar Taiwan bertahan di sekitar 32 per dolar AS, level terlemah sejak awal Mei tahun lalu.
Indeks saham STI, Singapura dan KLSE , alaysia mencatat kenaikan tipis, sedangkan SET Thailand bergerak datar. Di Filipina, indeks saham PSEI merosot sekitar 1%, sementara peso sempat menyentuh level 60 per dolar sebelum kembali menguat ke sekitar 59,857. (Reuters)
 Asia stock indexes and currencies at 0730 GMT 

Country

FX DAILY %

FX YTD %

STOCKS DAILY %

STOCKS YTD %

Japan

+0.24

-1.68

-0.13

3.70

China

+0.06

+1.27

-0.26

2.92

India

+0.09

-2.71

-0.02

-11.42

Indonesia

-0.29

-1.85

-1.50

-18.70

Malaysia

+0.13

+3.18

0.02

1.13

Philippines

-0.22

-1.74

-0.86

-0.77

S.Korea

+0.07

-3.81

1.14

31.69

Singapore

+0.12

+0.30

0.43

4.66

Taiwan

-0.10

-1.60

-0.17

15.12

Thailand

-0.22

-3.23

-0.21

11.65


Sumber : admin

berita terbaru