Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed Menggencet Laju Rupiah
Friday, June 19, 2026       09:33 WIB
  • Rupiah melemah 0,29% ke Rp17.846 per dolar AS pada Jumat pagi seiring penguatan indeks dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun.
  • Prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca- FOMC dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak akibat konflik global menjadi faktor utama yang menopang penguatan dolar AS.
  • MSCI yang mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market (EM) memberi sentimen positif, namun BI Rate diperkirakan masih berpotensi naik hingga 50 bps untuk menjaga stabilitas rupiah.

Ipotnews - Prospek kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve membuat indeks dolar Amerika Serikat masih bergerak menguat, mengakibatkan nilai tukar rupiah masih dalam tekanan pagi ini.
Mengutip data Bloomberg pada Jumat (19/6) pukul 09.07 WIB, rupiah sedang diperdagangkan di level Rp17.846 per dolar AS, melemah 52 poin atau 0,29% dibandingkan penutupan Kamis (18/6) yang berada di posisi Rp17.794 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga the Fed pasca FOMC . "Indeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Kekhawatiran pelaku pasar apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS.
Sementara dari sisi domestik, keputusan MSCI untuk tetap mempertahankan status market Indonesia sebagai EM cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah. BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan ke depannya paling tidak 50 bps lagi.
"Range kurs rupiah hari ini diperkirakan berada di posisi Rp17.800 - Rp17.900 per dolar AS," ujar Lukman.
Lukman mengakui penguatan indeks dolar AS kali ini terasa agak aneh. "Yang aneh indeks dolar AS yang naik terus, yang menurut saya kalau dari hasil FOMC terakhir sendiri tidaklah terlalu signifikan," ucap Lukman.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin

berita terbaru