- berpotensi rebound; buy on weakness di Rp6.600-Rp6.700, target Rp7.275-Rp7.575, stop loss < Rp6.375.
- Saham ditutup Rp7.000 dan masih turun: -2,4% sepekan, -10,2% sebulan, -13,3% YTD 2026.
- Tekanan datang dari net sell asing Rp91,6 miliar, namun koreksi dinilai membuka peluang akumulasi.
Ipotnews - Saham PT Bank Central Asia Tbk () diperkirakan masih memiliki peluang untuk menguat dalam jangka pendek meski kinerjanya belakangan tertekan. Analis menilai terdapat potensi rebound menuju level resistance di kisaran Rp7.275 hingga Rp7.575.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini, saham direkomendasikan dengan strategi buy on weakness atau membeli saat harga melemah, seperti dilansir Investor, Senin (9/3).
Analis MNC Sekuritas menyebutkan area beli yang disarankan berada pada kisaran Rp6.600 hingga Rp6.700 per saham. Level itu dinilai sebagai area yang menarik bagi investor untuk mulai mengakumulasi saham perbankan terbesar di Indonesia tersebut.
" buy on weakness dengan area beli di Rp6.600-6.700, stop loss di bawah Rp6.375. Target harga di Rp7.275 dan Rp7.575," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Namun demikian, investor juga diingatkan untuk memperhatikan batas risiko. Apabila harga saham turun menembus level Rp6.375, disarankan untuk melakukan stop loss guna membatasi potensi kerugian.
Pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/3), saham ditutup melemah 1,41% ke posisi Rp7.000 per lembar.
Secara kinerja jangka pendek, saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut masih berada dalam tren penurunan. Dalam sepekan terakhir, saham terkoreksi sekitar 2,4%, sementara dalam sebulan terakhir merosot lebih dalam hingga 10,2%.
Adapun secara year to date (YTD) sejak awal 2026, saham menyusut sekitar 13,3%.
Selain faktor teknikal, tekanan terhadap saham juga datang dari aksi jual investor asing.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp91,6 miliar pada saham dalam perdagangan Jumat.
Meski demikian, sejumlah analis menilai koreksi yang terjadi dapat membuka peluang akumulasi bagi investor, terutama jika harga saham mendekati area support yang direkomendasikan. (AI)
Sumber : Investor