Saham Teknologi Amerika Berguguran, Nasdaq Merosot Jelang Data Inflasi
Tuesday, October 13, 2026       04:25 WIB
  • Nasdaq turun 0,44%, S&P 500 -0,06%, Dow Jones +0,38%.
  • Saham teknologi tertekan kenaikan harga minyak.
  • Peluang kenaikan suku bunga the Fed naik ke 22%.

Ipotnews - Nasdaq tersungkur pada penutupan perdagangan Wall Street, Senin, seiring lonjakan harga minyak hampir USD2 per barel setelah serangan terhadap bandara di Arab Saudi. Investor juga mencermati dimulainya musim laporan keuangan kuartal ketiga serta sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 195,60 poin atau 0,38% menjadi 51.850,55. Sebaliknya, indeks berbasis luas S&P 500 turun tipis 4,30 poin atau 0,06% ke posisi 7.807,24, sedangkan Nasdaq Composite Index merosot 120,27 poin atau 0,44% menjadi 27.245,90, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (12/10) atau Selasa (13/10) pagi WIB.
Harga minyak berjangka melesat setelah serangan mematikan terhadap bandara internasional Riyadh selama akhir pekan. Serangan tersebut mengalahkan sentimen positif dari potensi peningkatan pasokan setelah Presiden AS Donald Trump menyambut tambahan ekspor diesel Rusia dan mengumumkan gencatan senjata Rusia-Ukraina yang mencakup target infrastruktur energi.
Dalam beberapa hari ke depan, perhatian investor akan tertuju pada laporan keuangan perusahaan, terutama sektor perbankan. Goldman Sachs, Citigroup, dan JPMorgan Chase dijadwalkan merilis kinerja kuartal ketiga pada Selasa.
Berdasarkan data LSEG IBES, analis memperkirakan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 melambung 30,6% pada kuartal ketiga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Investor juga menantikan data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat untuk September serta laporan penjualan ritel yang dirilis pekan ini. Meski pasar obligasi pemerintah Amerika tutup pada Senin untuk memperingati Hari Columbus, pelaku pasar saham tetap mewaspadai kenaikan imbal hasil surat utang yang baru-baru ini mencapai level tertinggi dalam 24 tahun. Lonjakan harga energi turut memperbesar kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Tim Ghriskey, analis Ingalls & Snyder, New York, mengatakan sejumlah laporan ekonomi penting akan menjadi perhatian pasar sepanjang pekan ini. Investor juga cenderung berhati-hati karena belum memperoleh arah yang jelas dari pasar obligasi.
Menurut Ghriskey, laporan keuangan empat bank kakap yang dirilis pada Selasa berpotensi memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan pasar.
Aktivitas perdagangan relatif sepi. Volume transaksi di bursa saham Wall Street mencapai 12,67 miliar saham, jauh di bawah rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,62 miliar saham.
Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth, Connecticut, mengatakan investor menghadapi sejumlah risiko, mulai dari rilis data ekonomi dan laporan keuangan hingga kenaikan harga minyak. Dia menggambarkan kondisi pasar seperti berjalan di jalur kereta dalam kegelapan, ketika investor tidak mengetahui kapan kereta akan datang sehingga harus bergerak sangat hati-hati.
Energi Menguat, Teknologi Tertekan
Di antara 11 sektor utama S&P 500, energi mencatatkan kinerja terbaik dengan lompatan 1,5%, sejalan dengan penguatan harga minyak. Sektor barang konsumsi primer yang defensif juga melonjak lebih dari 1%, begitu pula indeks jasa komunikasi S&P 500 yang terdorong kenaikan lebih dari 3% pada saham raksasa Meta Platforms.
Sebaliknya, teknologi melorot 0,9% dan barang konsumsi nonprimer melemah 0,7%, menjadikannya sektor dengan kinerja terburuk. Tekanan paling besar di sektor teknologi terjadi pada saham semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor anjlok 2,7% setelah sempat menyentuh level terendah dalam tiga pekan.
Di sektor barang konsumsi nonprimer, saham Chipotle Mexican Grill merosot 3,8% setelah Starbucks menyatakan tidak akan mengakuisisi jaringan restoran burrito tersebut. Saham Starbucks justru ditutup melesat 1,7%.
Microsoft melompat 1,1% setelah mengumumkan rencana penerapan berskala besar untuk chip kecerdasan buatan (AI) rancanagannya sendiri. Penguatan tersebut mendorong kapitalisasi pasar Microsoft menembus USD4 triliun untuk pertama kalinya dalam setahun.
Saham Salesforce bertambah 2% setelah BofA Global Research menaikkan rekomendasinya menjadi "buy" dari sebelumnya "underperform". Sementara itu, eBay melompat 2% setelah Morgan Stanley memasukkan saham perusahaan tersebut ke dalam daftar pilihan utamanya.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan bank sentral AS perlu bergerak relatif cepat menuju kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengendalikan inflasi. Menurut dia, tekanan inflasi semakin meluas dan mulai memengaruhi rencana perusahaan dalam menentukan harga jual produk.
Pernyataan tersebut memperkuat perhatian investor terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga the Fed pada bulan ini mencapai hampir 22%, meningkat dari 17,7% pada Jumat.
Di Bursa Efek New York ( NYSE ), jumlah saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 1,09 banding 1. Sebanyak 149 saham mencatatkan level tertinggi baru, sedangkan 272 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 1.888 saham menguat dan 3.008 saham melemah, dengan rasio saham turun terhadap saham naik sebesar 1,59 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 10 saham pada level tertinggi baru dalam 52 pekan dan lima saham pada level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite membukukan 51 saham pada level tertinggi baru dan 318 saham pada level terendah baru. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Verizon Communications Inc (2,71%)
-Salesforce Inc (2,09%)
-Coca-Cola Co (1,98%)
Saham berkinerja terburuk
-Cisco Systems Inc (-2,59%)
-Nvidia Corporation (-1,29%)
-Amazon.com Inc (-1,10%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Fair Isaac Corporation (10,85%)
-Lamb Weston Holdings Inc (4,83%)
-Medtronic PLC (3,83%)
Saham berkinerja terburuk
-Corning Incorporated (-6,00%)
-Moderna Inc (-5,04%)
-Akamai Technologies Inc (-4,96%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Mobile-health Network Solutions (257,65%)
-Linkers Industries Ltd (138,37%)
-J-Star Holding Co Ltd (127,34%)
Saham berkinerja terburuk
-DarkIris Inc (-58,15%)
-Able View Global Inc (-44,35%)
-Vivakor Inc (-42,89%)

Sumber : Admin