Siapkan Kas Internal Rp500 Miliar, BBRI akan Buyback Saham Hingga September Nanti
Friday, June 12, 2026       16:04 WIB
  • BRI buyback saham maksimal Rp500 miliar periode 12 Juni-11 September 2026.
  • Pendanaan internal tanpa pinjaman, dampak minimal terhadap operasional dan laba bersih.
  • Saham hasil buyback akan digunakan untuk program kepemilikan pekerja dan manajemen setelah persetujuan RUPS .

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Langkah ini dilakukan dalam rangka menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal sesuai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.
Lembar Keterbukaan Informasi , Jumat (12/6), menyebutkan program buyback 2026 akan berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026, dengan pelaksanaan melalui Bursa Efek Indonesia baik secara bertahap maupun sekaligus. Perseroan menegaskan bahwa aksi ini dilakukan berdasarkan ketentuan POJK No.13/2023 dan POJK No.29/2023, serta Surat OJK No.S-10/D.04/2026.
Latar belakang buyback ini berangkat dari penetapan OJK atas kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. menilai langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada investor sekaligus menjaga kepercayaan terhadap kinerja perusahaan.
Pendanaan buyback akan menggunakan kas internal tanpa melibatkan pinjaman. Perseroan memperkirakan biaya transaksi, termasuk komisi perantara pedagang efek, maksimal sebesar 0,30 persen dari total nilai buyback. Manajemen juga memastikan jumlah saham hasil buyback tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan.
Dari sisi dampak keuangan, buyback diperkirakan menurunkan total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp500 miliar. Namun, laba bersih tetap tidak berubah di Rp15,63 triliun, sementara laba per saham justru naik tipis dari Rp103,83 menjadi Rp103,95.
Rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) turun tipis dari 22,90 persen menjadi 22,86 persen. Sedangkan ROE (Return on Assets) naik marginal dari 18,36 persen menjadi 18,37 persen
Manajemen menegaskan bahwa biaya buyback tidak berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Manajemen juga memastikan kekayaan bersih tidak akan lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib, sehingga tidak mengganggu kegiatan usaha maupun pertumbuhan.
Saham hasil buyback direncanakan digunakan untuk program kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, dan dewan komisaris. Pengalihan saham tersebut akan dilakukan setelah mendapat persetujuan RUPS . (Marjudin/ AI)

Sumber : admin