Wall Street Berakhir di Zona Merah, Terpukul Kejatuhan Saham Teknologi dan Perbankan
Thursday, January 15, 2026       04:57 WIB
  • Wall Street melemah, Nasdaq turun 1% dipimpin kejatuhan saham teknologi, sementara Dow dan S&P 500 terkoreksi tipis.
  • Saham perbankan tertekan, dipicu kinerja kuartalan yang beragam dan kekhawatiran pembatasan suku bunga kartu kredit oleh Trump.
  • Rotasi ke sektor defensif, consumer staples dan energi menguat, Russell 2000 justru mencetak rekor penutupan tertinggi.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melorot, Rabu, dipimpin penurunan indeks Nasdaq, seiring kejatuhan saham teknologi ketika investor beralih ke sektor yang lebih defensif. Saham perbankan juga melanjutkan tren negatif setelah rilis kinerja kuartalan yang beragam.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 42,36 poin atau 0,09 persen ke 49.149,63, S&P 500 melemah 37,14 poin atau 0,53 persen ke 6.926,60, sedangkan Nasdaq Composite Index terkoreksi 238,12 poin atau 1,00 persen jadi 23.471,75, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (14/1) atau Kamis (15/1) pagi WIB.
Indeks perbankan S&P 500 tercatat turun, dengan saham Wells Fargo anjlok 4,6 persen setelah perusahaan gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal keempat. Saham Citigroup dan Bank of America juga tumbang, meski kedua bank tersebut membukukan laba kuartalan yang melampaui perkiraan Wall Street.
Sektor keuangan, termasuk perbankan, yang sebelumnya menguat tajam sepanjang 2025, tertekan pada pekan ini di tengah kekhawatiran atas rencana Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit. Sejumlah eksekutif JPMorgan memperingatkan kebijakan tersebut berpotensi menekan konsumen dan menggerus profitabilitas sektor keuangan.
"Setelah reli yang cukup mengesankan, ditambah kinerja keuangan yang biasa saja, pasar mulai melakukan aksi ambil untung dan konsolidasi pada saham perbankan," ujar Michael O'Rourke, Chief Market Strategist JonesTrading di Stamford, Connecticut. Dia menambahkan, secara umum investor masih optimistis terhadap sektor tersebut.
Menurut O'Rourke, meski rencana pembatasan suku bunga kartu kredit tersebut belum tentu terealisasi, eksekutif bank juga tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan kebijakan itu diberlakukan.
Di sektor teknologi, investor mulai melakukan rotasi dari saham megacap yang dinilai mahal menuju saham bernilai (value) dan sektor yang lebih defensif.
Sektor keuangan dan teknologi di S&P 500 sama-sama melemah, sementara sektor defensif seperti consumer staples justru menguat. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000, yang sejauh ini tampil lebih baik dibanding S&P 500 sepanjang tahun, mencetak rekor penutupan tertinggi, bersama dengan indeks industri S&P 500. Pada akhir sesi, indeks Russel 2000 naik 0,70 persen atau 18,53 poin menjadi 2.651,63.
Saham Broadcom dan Fortinet tersungkur setelah  Reuters  melaporkan, mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut, bahwa otoritas China meminta perusahaan domestik menghentikan penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan lebih dari selusin perusahaan asal Amerika Serikat dan Israel.
Sebaliknya, saham sektor energi menguat, seiring lonjakan harga minyak di tengah kekhawatiran potensi gangguan pasokan dari Iran, meski harga minyak sempat melemah menjelang akhir sesi.
Investor juga mencerna data ekonomi yang menunjukkan indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat pada November sesuai perkiraan, sementara penjualan ritel melampaui ekspektasi. Sebelumnya, laporan pada Selasa mencatat inflasi konsumen Desember naik sesuai proyeksi.
Pelaku pasar secara luas memperkirakan suku bunga akan tetap setidaknya hingga paruh pertama tahun ini, termasuk pada rapat Federal Reserve Januari. Berdasarkan data LSEG , pasar masih memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun.
Volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 22,54 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 16,69 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
Di NYSE , jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 1,85 banding 1, dengan 518 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 69 saham menyentuh rekor terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.739 saham naik dan 2.034 saham turun, dengan rasio saham menguat terhadap melemah sebesar 1,35 banding 1. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Merck & Company Inc (2,57%)
-Johnson & Johnson (2,31%)
-Chevron Corp (2,12%)
Saham berkinerja terburuk
-Amazon.com Inc (-2,43%)
-Microsoft Corporation (-2,31%)
-Cisco Systems Inc (-1,42%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-LyondellBasell Industries NV (6,84%)
-Dow Inc (6,44%)
-The Mosaic Company (5,46%)
Saham berkinerja terburuk
-Intuit Inc (-6,38%)
-Aptiv PLC (-6,03%)
-Airbnb Inc (-5,20%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Inspire Veterinary Partners Inc (256,52%)
-Lottery.com Inc (79,91%)
-Rich Sparkle Holdings Ltd (70,50%)
Saham berkinerja terburuk
-Briacell Therapeutics Corp (-55,49%)
-TryHard Holdings Ltd (-41,87%)
-Plus Therapeutics Inc (-37,97%)

Sumber : Admin