Wall Street Ceria, S&P 500 Cetak Rekor Penutupan; Pasar Tunggu Laporan Kinerja Nvidia
Thursday, August 28, 2025       04:26 WIB
  • S&P 500 cetak rekor baru menjelang laporan keuangan Nvidia, yang menjadi sorotan utama karena mendominasi pasar AI.
  • Saham Nvidia turun tipis 0,1% jelang laporan; hasilnya diperkirakan berdampak besar karena Nvidia menyumbang sekitar 8% dari bobot S&P 500.
  • Saham teknologi bervariasi, valuasi tinggi picu kekhawatiran gelembung AI, sementara investor juga mencermati peluang pemangkasan suku bunga dan ketegangan politik terkait the Fed.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street ceria, Rabu, dengan S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi baru menjelang laporan keuangan Nvidia yang menjadi sorotan utama pasar pekan ini. Investor tengah menguji kekuatan reli saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendorong valuasi ke level yang dinilai sebagian pelaku pasar terlalu tinggi.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik 0,24% atau 15,46 poin menjadi 6.481,40, melampaui rekor sebelumnya pada 14 Agustus, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (27/8) atau Kamis (28/8) pagi WIB.
Sementara, Nasdaq Composite Index menguat 0,21% atau 45,87 poin menjadi 21.590,14, dan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,32% atau 147,16 poin menjadi 45.565,23.
Dari 11 sektor utama S&P 500, delapan di antaranya menghijau. Sektor energi memimpin dengan lonjakan 1,15%, disusul sektor teknologi informasi yang naik 0,48%.
Saham Nvidia, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia dan pemimpin produsen prosesor AI, bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup turun tipis 0,1%. Laporan keuangannya dijadwalkan keluar setelah pasar tutup dan dinilai sangat krusial karena Nvidia menyumbang sekitar 8% dari bobot S&P 500--kinerjanya memengaruhi banyak orang Amerika yang menggunakan dana investasi indeks untuk tabungan pensiun.
"Nvidia akan mencatat lonjakan pendapatan besar dalam sembilan bulan ke depan, dari basis pendapatan yang sudah sangat besar," ujar Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio Argent Capital.
"Investor harus bersiap untuk kemungkinan Nvidia menjadi dua digit persentase dari S&P 500."
Saham raksasa teknologi lain yang terhubung dengan AI menunjukkan kinerja variatif: Microsoft melonjak hampir 1%, sementara Meta Platforms merosot hampir 1%. Alphabet dan Amazon, yang juga menjadi pelanggan utama Nvidia, turut menjadi sorotan.
Reli saham teknologi membuat valuasi indeks S&P 500 kini diperdagangkan lebih dari 22 kali lipat ekspektasi laba, price-to-earnings ratio tertinggi dalam empat tahun, menurut LSEG .
Namun, kekhawatiran mulai muncul, terutama setelah CEO OpenAI Sam Altman pekan lalu memperingatkan potensi gelembung AI.
Pasar opsi memperkirakan pergerakan saham Nvidia sekitar 6% ke atas atau ke bawah setelah laporan keuangannya keluar.
Investor juga akan memperhatikan dampak perang dagang Amerika-China terhadap bisnis Nvidia di China serta proyeksi dari kesepakatan bagi hasil pendapatan terbaru Nvidia dengan pemerintah AS.
Di sisi lain, situasi politik kembali menyita perhatian setelah Presiden AS Donald Trump mencoba memecat Gubernur Fed Lisa Cook--langkah yang diperkirakan menghadapi gugatan hukum. Jika berhasil, Trump berpeluang menunjuk pengganti yang lebih sejalan dengan kebijakan fiskalnya, memunculkan kekhawatiran akan independensi bank sentral.
Pasar kini memperkirakan kemungkinan besar pemangkasan suku bunga 25 basis poin dalam pertemuan the Fed pada 16-17 September, dengan mayoritas lembaga keuangan kakap juga memprediksi arah kebijakan yang sama.
Presiden The Fed New York John Williams menyatakan kepada   CNBC   bahwa suku bunga kemungkinan akan turun di masa mendatang, tetapi keputusan tersebut bakal bergantung pada data ekonomi yang dirilis menjelang pertemuan.
Dari pergerakan saham individu, MongoDB meroket 38% setelah menaikkan proyeksi laba tahunannya, sementara J.M. Smucker anjlok 4,4% pasca melaporkan laba kuartal pertama yang meleset dari ekspektasi.
Jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 2,2 banding 1 di S&P 500. Indeks ini juga mencatat 28 rekor tertinggi baru dan 1 rekor terendah, sedangkan Nasdaq membukukan 127 rekor tertinggi baru dan 35 terendah.
Volume perdagangan di bursa Wall Street relatif ringan, dengan 14,0 miliar saham berpindah tangan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 16,9 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Salesforce Inc (2,63%)
-Chevron Corp (-1,19%)
-Unitedhealth Group (1,15%)
Saham berkinerja terburuk
-Merck & Company Inc (-1,08%)
-Nike Inc (-0,72%)
-Amgen Inc (-0,56%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Albemarle Corp (7,54%)
-CarMax Inc (4,02%)
-Wynn Resorts Limited (3,49%)
Saham berkinerja terburuk
-Paramount Skydance Corp (-6,44%)
-SBA Communications Corp (-4,89%)
-JM Smucker Company (-4,44%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Pitanium Ltd (64,48%)
-Sharps Technology Inc (52,52%)
-Skyline Builders Group Holding Ltd (50,56%)
Saham berkinerja terburuk
-Raytech Holding Ltd (-58,82%)
-Next Technology Holding Inc (-40,49%)
-Super X AI Technology Ltd (-31,67%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini