Wall Street Ceria, S&P 500 Melesat ke Level Puncak Dua Pekan Disokong Nvidia dan Tesla
Tuesday, March 25, 2025       05:06 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menghijau, Senin, dengan S&P 500 melesat untuk ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari dua minggu, terangkat saham Nvidia dan Tesla menyusul tanda-tanda pemerintahan Trump mungkin mengambil pendekatan yang lebih terukur pada tarif terhadap mitra dagang Amerika Serikat.
Indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 1,76% atau 100,01 poin menjadi 5.767,57 poin, Nasdaq Composite Index melambung 2,27% atau 404,54 poin menjadi 18.188,59, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 1,42% atau 597,97 poin menjadi 42.583,32, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (24/3) atau Selasa (25/3) pagi WIB.
Presiden AS Donald Trump mengantisipasi penerapan pungutan yang luas mulai 2 April, tetapi serangkaian tarif khusus sektor sekarang kemungkinan akan dikecualikan, menurut laporan media selama akhir pekan lalu, mengutip pejabat pemerintahan.
Seorang pejabat pemerintahan Trump, Senin, memperingatkan bahwa situasinya masih belum pasti dan belum ada keputusan akhir yang dibuat.
Investor memborong saham teknologi yang terpuruk, dengan Nvidia melejit lebih dari 3% dan Advanced Micro Devices meroket 7%, mendorong indeks chip PHLX menguat 3%.
Tesla melonjak hampir 12% dalam kenaikan satu hari terbesarnya sejak awal November, memulihkan sebagian penurunan tajamnya baru-baru ini, dibantu optimisme tentang pengurangan tarif Amerika.
Pasar keuangan bergejolak dalam beberapa minggu terakhir karena kekhawatiran inflasi dan kemerosotan ekonomi setelah Trump mengumumkan serangkaian tarif bulan lalu pada mitra dagang utama Amerika, termasuk China, Meksiko dan Kanada.
S&P 500 pulih sekitar 4% dari level terendahnya baru-baru ini pada 13 Maret, dan masih merosot sekitar 6% dari rekor tertingginya pada penutupan 19 Februari.
"Investor merasa sedikit lega, tetapi pada saat bersamaan mereka sinis tentang berapa lama ini akan berlangsung," kata Sam Stovall, Chief Investment Strategist CFRA Research. "Penyebab koreksi yang dibuat-buat ini belum menguap. Penyebabnya adalah tarif dan dampak tarif terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi dan laba perusahaan."
Sejumlah emiten mengutip ketidakpastian tarif saat menurunkan perkiraan mereka untuk kuartal mendatang. Data yang dikumpulkan LSEG hingga Jumat menunjukkan laba perusahaan di S&P 500 diperkirakan tumbuh 10,5% pada 2025, menyusut 3,5 poin persentase sejak awal tahun.
Indeks Russell 2000 yang berfokus pada pasar domestik melambung 2,55% atau 52,39 poin menjadi 2.109,38, level tertinggi dalam dua minggu, sementara Indeks Volatilitas CBOE , yang dikenal sebagai pengukur rasa takut Wall Street, ambles 1,80 poin atau 9,34% menjadi 17,48, posisi terendah dalam satu bulan.
Sepuluh dari 11 indeks sektor S&P 500 menguat, dipimpin consumer discretionary, melesat 4,07%, terangkat saham Tesla, diikuti kenaikan 2,1% pada sektor jasa komunikasi.
Survei memperlihatkan aktivitas bisnis Amerika menggeliat pada Maret, sementara kekhawatiran yang meningkat atas tarif impor dan pemotongan belanja pemerintah yang besar terus membebani sentimen. Investor menunggu data minggu ini, termasuk indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) - pengukur inflasi pilihan Federal Reserve - yang dirilis Jumat.
Dun & Bradstreet menguat 3% setelah penyedia data dan analitik itu setuju untuk diakuisisi private equity firm, Clearlake Capital, dalam kesepakatan senilai USD7,7 miliar.
Lockheed Martin melorot lebih dari 1% setelah BofA Global Research menurunkan rating pabrikan senjata itu menjadi "neutral" dari "buy". Saham kripto menguat dengan kenaikan harga bitcoin sebesar 4%, dengan MicroStrategy melambung 10% dan Coinbase menanjak 7%.
Jumlah saham yang menguat lebih banyak daripada yang turun dalam S&P 500 dengan rasio 5,4 banding satu.
S&P 500 membukukan 5 titik tertinggi baru dan 1 terendah baru; Nasdaq mencetak 46 level tertinggi baru dan 97 terendah baru.
Volume di bursa Wall Street relatif rendah, dengan 13,6 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 16,5 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. (ef)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Home Depot (3,59%)
-Amazon.com (3,48%)
-Nvidia (3,02%)
Saham berkinerja terburuk
-Verizon (-0,98%)
-Merck & Co (-0,86%)
-Nike (-0,81%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Tesla (11,93%)
-United Airlines Holdings (7,16%)
-AMD (6,96%)
Saham berkinerja terburuk
-Hormel Foods (-2,40%)
-MarketAxesss (-2,35%)
-Brown Forman (-2,34%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Zoomcar Holdings (2.280,95%)
-MicroAlgo (446,43%)
-Integrated Media Tech (191,80%)
Saham berkinerja terburuk
- WANG LEE GROUP (-85,48%)
-23Andme Holding Co (-59,22%)
-High Trend International (-50,00%)

Sumber : Admin