Wall Street Ceria Ditopang Harapan Perang Timur Tengah Segera Berakhir
Tuesday, March 10, 2026       04:50 WIB
  • Wall Street rebound ditopang optimisme meredanya konflik Amerika-Israel-Iran.
  • Saham teknologi menguat, sektor energi dan keuangan melemah; harga minyak terkoreksi.
  • Investor menanti data ekonomi AS penting pekan ini.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berhasil mengakhiri sesi Senin di area positif, setelah sempat mengalami aksi jual tajam, ditopang optimisme investor bahwa perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran bisa segera berakhir.
Ketiga indeks utama berbalik arah pada menit-menit terakhir setelah Presiden Donald Trump mengatakan perang tersebut "sangat jauh lebih cepat" dari perkiraan awalnya selama empat hingga lima minggu.
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 239,25 poin atau 0,50% menjadi 47.740,80, S&P 500 menguat 55,97 poin atau 0,83% jadi 6.795,99, dan Nasdaq Composite Index melonjak 308,27 poin atau 1,38% ke posisi 22.695,95, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (9/3) atau Selasa (10/3) pagi WIB.
Di awal sesi, harga minyak sempat mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 karena pasokan terganggu akibat perang yang memasuki hari kesepuluh. Lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih luas pada saat daya beli konsumen Amerika sedang tertekan. Namun, harga minyak kemudian terkoreksi setelah muncul laporan bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia.
Pergerakan saham yang fluktuatif mencerminkan kekhawatiran investor terhadap durasi konflik dan penutupan Selat Hormuz, menurut Sam Stovall, Chief Investment Strategist CFRA Research, New York. "Melihat pembalikan harga seperti ini menunjukkan bahwa investor mencari kesempatan untuk kembali masuk ke pasar saham," ujarnya.
Kekhawatiran ini, ditambah laporan ketenagakerjaan Amerika yang lebih lemah dari perkiraan pekan lalu, meningkatkan risiko stagflasi yang bisa menempatkan Federal Reserve dalam dilema antara menjaga stabilitas harga dan mendukung lapangan kerja.
Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga utama tetap stabil sepanjang paruh pertama tahun ini, menurut FedWatch Tool CME Group.
Robert Pavlik, Manajer Portofolio Dakota Wealth, di Fairfield, Connecticut, mengatakan laporan pekerjaan yang lemah ditambah harga energi yang meningkat menandakan potensi stagflasi. "Federal Reserve akan berada di antara dua tekanan yang sulit," katanya.
Meski harapan meredanya konflik sempat memudar setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi, sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 tetap ditutup menguat, dengan saham teknologi mencatat kenaikan persentase terbesar. Sektor keuangan dan energi menjadi satu-satunya yang berakhir di zona merah.
Philadelphia Semiconductor Index rebound, dengan produsen chip seperti SanDisk, Broadcom, dan Nvidia melejit antara 2,7% hingga 11,7%. Sementara itu, sektor perumahan, perbankan, dan pertahanan/dirgantara menjadi yang paling tertekan.
Selanjutnya, investor menantikan sejumlah data ekonomi penting yang dirilis pekan ini, termasuk indeks harga konsumen dari Departemen Tenaga Kerja, revisi kedua Produk Domestik Bruto kuartal keempat oleh Departemen Perdagangan, serta laporan Personal Consumption Expenditures secara luas, yang berpotensi memengaruhi pasar lebih lanjut.
Di NYSE , jumlah saham yang turun sedikit lebih banyak dibanding yang naik dengan rasio 1,06 banding 1. Tercatat 105 saham mencapai harga tertinggi baru dan 204 saham membukukan harga terendah baru.
Di Nasdaq, 2.645 saham menguat dan 2.107 saham melemah, dengan rasio yang naik dan naik 1,26 banding 1. S&P 500 mencetak 4 harga tertinggi baru dalam 52 minggu dan 9 harga terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 47 harga tertinggi baru dan 187 harga terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 22,41 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 19,99 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Caterpillar Inc (3,51%)
-Nvidia Corporation (2,71%)
-Amgen Inc (2,01%)
Saham berkinerja terburuk
-Cisco Systems Inc (-3,09%)
-Boeing Co (-2,64%)
-International Business Machines (-2,08%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Teradyne Inc (8,57%)
-Western Digital Corporation (6,85%)
-KLA Corporation (6,33%)
Saham berkinerja terburuk
-Paramount Skydance Corp (-6,67%)
-Arthur J Gallagher & Co (-4,54%)
-CF Industries Holdings Inc (-4,12%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Decoy Therapeutics Inc (1.262,79%)
-Aditx Therapeutics Inc (645,27%)
-Garden Stage Ltd (248,11%)
Saham berkinerja terburuk
-E-Home Household Service Holdings Ltd (-72,27%)
-Innovation Beverage Group Ltd (-40,14%)
-Powell Max Ltd (-34,10%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:10 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham MDKA, Jual
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:08 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham TAPG, Beli
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:06 WIB
PGAS Targetkan Penyaluran Gas 877 BBTUD di 2026
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:02 WIB
China Stocks Rise for Second Session
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:53 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 TALF
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:48 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 ARKO
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:45 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham CYBR, Beli
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:43 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 SDRA
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:36 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 SILO