- Wall Street naik untuk sesi keempat, ditopang saham teknologi besar jelang rilis kinerja emiten dan rapat the Fed.
- S&P 500 dan Nasdaq ke level tertinggi sepekan, dengan mayoritas emiten yang sudah rilis laba melampaui ekspektasi.
- Pasar waspada ke depan, menanti sinyal suku bunga the Fed dan hasil belanja AI raksasa teknologi.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street ditutup menguat untuk sesi keempat berturut-turut, Senin, seiring investor bersiap menghadapi rilis laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar serta update kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang dijadwalkan pekan ini.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing mencatat level tertinggi dalam lebih dari sepekan dan menorehkan rangkaian kenaikan terpanjang sejak Desember, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Senin (26/1) atau Selasa (27/1) pagi WIB.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 313,69 poin atau 0,64% ke level 49.412,40, S&P 500 menguat 34,62 poin atau 0,50% menjadi 6.950,23, sementara Nasdaq Composite Index bertambah 100,11 poin atau 0,43% jadi 23.601,36.
Penguatan S&P 500 terutama ditopang sejumlah saham raksasa teknologi, seperti Apple, Microsoft, Alphabet, Meta, dan Broadcom, yang menjadi kontributor terbesar kenaikan indeks acuan tersebut.
Sejumlah emiten teknologi besar, termasuk Apple, Meta, Microsoft, dan Tesla, dijadwalkan merilis laporan kinerja kuartalan pekan ini. Laporan tersebut dinilai menjadi ujian penting bagi reli pasar yang selama ini didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI).
Investor akan mencermati sejauh mana belanja besar di sektor AI mulai memberikan hasil nyata. Di tengah kekhawatiran valuasi saham teknologi yang sudah tinggi, proyeksi kinerja ke depan menjadi faktor krusial, karena sedikit saja kekecewaan berpotensi memicu evaluasi ulang terhadap perdagangan berbasis AI.
"Komunikasi dan teknologi terlihat diperdagangkan dengan baik hari ini menjelang laporan keuangan banyak perusahaan besar," kata Chief Investment Officer Northlight Asset Management, Chris Zaccarelli. Dia menambahkan, ekspansi laba korporasi dan pertumbuhan ekonomi membuat investor tetap berhati-hati namun optimistis memasuki musim laporan keuangan.
Berdasarkan data LSEG , dari 64 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan kinerja hingga Jumat lalu, sekitar 79,7% berhasil melampaui ekspektasi analis.
Sektor jasa komunikasi menjadi yang berkinerja terbaik dengan lonjakan 1,3%, sementara sektor consumer discretionary menjadi yang terlemah dengan penurunan 0,7%. Saham Tesla menjadi pemberat terbesar S&P 500 setelah merosot 3%.
Sektor material S&P 500 naik 0,3% seiring lonjakan harga emas yang menembus USD5.100 per ons untuk pertama kalinya, mendorong saham pertambangan seperti Newmont Corp yang ditutup melejit 1,3%.
Perhatian investor juga tertuju pada rapat Federal Reserve yang dimulai Selasa dan berakhir Rabu dengan pengumuman kebijakan. Pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 97% bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya, meski investor berharap memperoleh sinyal terkait arah kebijakan selanjutnya.
Namun, keputusan tersebut berpotensi dibayangi isu independensi bank sentral, setelah Departemen Kehakiman membuka penyelidikan terhadap Chairman Fed Jerome Powell dan Presiden Donald Trump menyatakan akan segera menunjuk bos bank sentral berikutnya.
Di level saham individual, Intel anjlok 5,7% setelah sebelumnya kehilangan 17% pada Jumat, penurunan harian terdalam dalam hampir 18 bulan, menyusul proyeksi laba dan pendapatan kuartalan di bawah perkiraan.
Saham maskapai JetBlue melorot 3,8% di tengah dampak lanjutan gangguan jadwal penerbangan akibat badai musim dingin besar di Amerika Serikat.
Saham operator penjara GEO Group dan CoreCivic, yang memiliki kontrak dengan badan imigrasi AS (ICE), juga melemah tajam setelah Senator Demokrat menyatakan akan menolak rancangan undang-undang pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Saham GEO jatuh 9,3%, penurunan harian terbesar sejak Agustus, sementara CoreCivic merosot 7%, terburuk sejak November.
Di sisi lain, saham USA Rare Earth melejit 7,9% setelah laporan menyebutkan pemerintah AS akan mengambil 10% saham perusahaan tersebut sebagai bagian dari paket investasi utang dan ekuitas senilai USD1,6 miliar. Saham CoreWeave juga menguat 5,7% setelah Nvidia mengumumkan rencana investasi USD2 miliar di perusahaan infrastruktur komputasi awan tersebut.
Di Bursa New York ( NYSE ), jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 1,37 banding 1, dengan 631 saham mencetak level tertinggi baru dan 63 menyentuh level terendah. Di Nasdaq, saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan yang menguat, dengan rasio 1,04 banding 1.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 18,41 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,60 miliar saham. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Cisco Systems Inc (3,24%)
-Apple Inc (2,97%)
-Caterpillar Inc (1,48%)
Saham berkinerja terburuk
-3M Company (-1,94%)
-Boeing Co (-1,52%)
-Unitedhealth Group (-1,30%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Arista Networks (5,38%)
-Baker Hughes Co (4,36%)
-Akamai Technologies Inc (3,75%)
Saham berkinerja terburuk
-Intel Corporation (-5,74%)
-Darden Restaurants Inc (-4,72%)
-Steel Dynamics Inc (-4,41%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-22nd Century Group Inc (1.515,71%)
-Brand Engagement Network Inc (276,70%)
-Check Cap Ltd (112,08%)
Saham berkinerja terburuk
-Dogness International Corp Class A (-76,21%)
-Happy City Holdings Ltd (-55,01%)
-Nvni Group Ltd (-39,52%)
Sumber : Admin