- Wall Street jatuh usai the Fed menahan suku bunga.
- Saham AI tertekan jelang laporan Microsoft dan Meta.
- Meta turun, Microsoft naik di after-hours.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street terjerembab, Rabu, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya. Tekanan jual terhadap saham terkait kecerdasan buatan (AI) yang berlanjut menjelang laporan keuangan Microsoft dan Meta Platforms semakin memperburuk sentimen pasar.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup merosot 1,52% atau 112,63 poin menjadi 7.316,15, sedangkan Nasdaq Composite Index menyusut 1,74% atau 433,97 poin ke posisi 24.442,94, dan Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan paling dalam, yakni 2,19% atau 1.153 poin, jadi 51.594,14, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Rabu (29/7) atau Kamis (30/7) pagi WIB.
Keputusan the Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% sesuai ekspektasi pasar. Namun, keputusan tersebut diwarnai perbedaan pandangan di internal Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ), di mana tiga dari 12 anggotanya menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kali ini.
S&P 500 sempat menyentuh level terendah dalam satu bulan, sementara Nasdaq Composite kini terkoreksi sekitar 9% dari rekor tertinggi yang dicapai pada Juni. Adapun Nasdaq 100 melorot 2,1% dan memperpanjang pelemahan dalam beberapa sesi terakhir, sehingga kini ambles sekitar 11% dari puncaknya pada Juni. Aksi jual dipicu kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal perusahaan untuk pengembangan AI.
Inflasi Amerika Serikat masih bertahan di atas target bank sentral selama lebih dari lima tahun dan bahkan sempat kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir akibat lonjakan harga energi dan pangan yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Kepala Strategi Pasar Carson Group, Ryan Detrick, mengatakan keputusan the Fed menahan suku bunga sudah diperkirakan sebelumnya. Menurutnya, perhatian pasar kini beralih pada kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mengingat inflasi masih tinggi dan harga minyak mentah kembali melonjak.
Selain dibayangi prospek suku bunga, investor juga khawatir raksasa teknologi Amerika terus menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar untuk AI yang berpotensi menekan arus kas bebas mereka.
Dalam perdagangan setelah penutupan pasar (after-hours), saham Meta Platforms anjlok sekitar 4% setelah perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) 2026 menjadi USD130 miliar hingga USD145 miliar, dari sebelumnya USD125 miliar hingga USD145 miliar.
Sebaliknya, saham Microsoft menguat 0,6% di perdagangan setelah jam bursa usai melaporkan pertumbuhan pendapatan layanan komputasi awan (cloud) yang melampaui ekspektasi Wall Street. Hasil tersebut dinilai menjadi indikasi bahwa investasi besar perusahaan pada infrastruktur AI mulai membuahkan hasil.
Persaingan di sektor AI juga semakin ketat dengan meningkatnya kompetisi dari perusahaan-perusahaan China, baik dalam pengembangan chip canggih maupun peluncuran model AI berbiaya lebih rendah.
Chairman Fed Kevin Warsh mengatakan investasi besar di bidang AI merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Meski demikian, saham-saham produsen chip AI kembali tertekan setelah laba kuartalan SK Hynix yang melejit enam kali lipat tetap gagal memenuhi ekspektasi tinggi investor. Saham perusahaan asal Korea Selatan itu terkoreksi 10%.
Sementara itu, perusahaan infrastruktur AI Vertiv merosot 17% setelah pendapatan kuartalannya berada di bawah perkiraan analis.
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor industri memimpin pelemahan dengan kerugian 3,24%, disusul sektor teknologi informasi yang turun 2,5%.
Di tengah tekanan pasar, analis yang disurvei LSEG I/B/E/S masih memperkirakan laba gabungan emiten S&P 500 pada kuartal II akan tumbuh sekitar 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan sebagian besar ekspansi ditopang oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor AI.
Prospek laba yang tetap kuat serta koreksi pasar belakangan ini membuat valuasi S&P 500 diperdagangkan sekitar 20 kali estimasi laba, sedikit di atas rata-rata 10 tahun sebesar 19 kali.
Pada perdagangan saham individual, Ford Motor melesat 2,1% setelah kembali menaikkan proyeksi laba tahunannya untuk kedua kalinya pada tahun ini. Sebaliknya, saham Lennox anjlok 21% setelah produsen sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara ( HVAC ) tersebut memangkas proyeksi laba tahunannya.
Saham Visa menguat 0,6% setelah perusahaan membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi, didukung meningkatnya permintaan perjalanan yang terdorong penyelenggaraan Piala Dunia.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik di dalam S&P 500 dengan rasio 1,8 banding 1.
S&P 500 mencatat 32 rekor tertinggi baru dan empat rekor terendah baru; Nasdaq membukukan 121 rekor tertinggi baru dan 230 rekor terendah baru.
Volume transaksi di bursa Wall Street relatif tinggi, dengan 17,7 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 17,3 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Salesforce Inc (3,83%)
-Chevron Corp (2,30%)
-Walmart Inc (0,99%)
Saham berkinerja terburuk
-Caterpillar Inc (-6,91%)
-Goldman Sachs Group Inc (-5,09%)
-Nvidia Corporation (-3,50%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Garmin Ltd (16,23%)
-GE HealthCare Technologies Inc (12,17%)
-Cognizant Technology Solutions Corp Class A (11,29%)
Saham berkinerja terburuk
-Masco Corporation (-11,10%)
-KLA Corporation (-11,00%)
-Micron Technology Inc (-10,07%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Nocera Inc (118,18%)
-T3 Defense Inc (109,25%)
-Scisparc Ltd (70,54%)
Saham berkinerja terburuk
-AiRWA Inc (-67,65%)
-NIP Group Inc ADR (-40,65%)
-Moleculin Biotech Inc (-37,90%)
Sumber : Admin