Wall Street Semringah, Saham Teknologi Pimpin Reli di Tengah Optimisme AI
Thursday, February 26, 2026       05:05 WIB
  • Wall Street naik (Dow +0,63%, S&P 500 +0,81%, Nasdaq +1,26%) dipimpin saham teknologi.
  • Sentimen AI membaik; kinerja Nvidia kuat, dorong sektor chip dan software.
  • Pasar tetap selektif, sejumlah saham turun akibat proyeksi lemah.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di area positif, Rabu, memperpanjang reli yang dipimpin saham teknologi sekaligus menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran terkait dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan biaya pengembangannya, yang kini tergantikan oleh optimisme terhadap potensi teknologi tersebut.
Ketiga indeks utama saham Amerika Serikat kompak mencatat kenaikan. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 307,65 poin atau 0,63% menjadi 49.482,15, S&P 500 menguat 56,06 poin atau 0,81% ke posisi 6.946,13, dan Nasdaq Composite Index melonjak 288,40 poin atau 1,26% jadi 23.152,08, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (25/2) atau Kamis (26/2) pagi WIB.
Penguatan dipimpin saham teknologi, khususnya sektor chip, yang mendorong Nasdaq mencatat kenaikan persentase terbesar. Reli ini terjadi menjelang akhir bulan yang penuh volatilitas, di mana pasar sempat dibayangi kekhawatiran terkait besarnya investasi infrastruktur AI serta potensi gangguan terhadap berbagai industri.
Salah satu sorotan utama datang dari Nvidia, pemain kunci dalam revolusi AI, yang melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar USD68,13 miliar--melampaui ekspektasi analis. Sahamnya pun melejit sekitar 3% dalam perdagangan setelah penutupan.
Seiring itu, indeks semikonduktor Philadelphia melesat 1,6% menjelang rilis kinerja Nvidia. Sektor perangkat lunak dan layanan dalam S&P 500 juga menjadi outperformer dengan lompatan 2,9%, meski sebelumnya sempat anjlok 23% sepanjang tahun berjalan.
Head of Portfolio Management Horizon Investments, Zach Hill, menilai pasar saat ini berada dalam tarik-menarik antara sentimen negatif dan lonjakan harga yang tajam di beberapa sektor.
"Investor masih mencoba memahami risiko besar dari AI, termasuk potensi dampak eksistensialnya terhadap bisnis, yang saat ini lebih menjadi perhatian dibanding sekadar imbal hasil investasi," ujarnya.
Dari sisi kebijakan, Presiden Fed Richmond Tom Barkin menyatakan bahwa belum jelas apakah AI akan menggantikan tenaga kerja, dan justru berpotensi meningkatkan efisiensi serta produktivitas pasar tenaga kerja.
Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi, sementara industri mengalami penurunan terdalam.
Dari sisi emiten, saham Axon Enterprise melejit 17,6% setelah produsen Taser tersebut melaporkan laba kuartal keempat di atas ekspektasi.
Sebaliknya, First Solar dan Lowe's Companies masing-masing melorot 13,6% dan 5,6% setelah memberikan proyeksi penjualan tahunan yang lebih lemah dari perkiraan. Saham sektor perumahan dan konstruksi rumah juga tertekan, masing-masing kehilangan 3% dan 3,7%, meski suku bunga KPR 30 tahun di AS sempat jatuh ke level terendah dalam 3,5 tahun, menurut Mortgage Bankers Association.
Di sektor barang konsumsi, saham produsen minuman beralkohol seperti Brown-Forman dan Molson Coors masing-masing merosot 7,6% dan 4,8%. Kejatuhan ini dipicu proyeksi penurunan penjualan organik 2-3% pada 2026 oleh Diageo, yang juga memangkas dividen interimnya.
Saham GoDaddy ambles 14,3% setelah perusahaan layanan internet tersebut memperkirakan pendapatan tahunan di bawah ekspektasi pasar.
Ke depan, investor akan mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Salesforce, Intuit, dan Snowflake, yang diprediksi mendapat sorotan tinggi di tengah volatilitas sektor perangkat lunak.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 1,78 banding 1 di NYSE . Terdapat 635 saham yang menyentuh harga tertinggi baru dan 98 saham yang mencapai harga terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 3.148 saham menguat dan 1.557 saham melemah, di mana yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 2,02 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 50 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan sembilan rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 127 rekor tertinggi baru dan 94 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 17,50 miliar saham, dibandingkan rata-rata 20,27 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Unitedhealth Group (3,74%)
-International Business Machines (3,58%)
-Salesforce Inc (3,41%)
Saham berkinerja terburuk
-Home Depot Inc (-2,32%)
-Sherwin-Williams Co (-2,05%)
-Boeing Co (-1,30%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Axon Enterprise Inc (17,55%)
-Super Micro Computer Inc (7,87%)
-FMC Corporation (7,85%)
Saham berkinerja terburuk
-Godaddy Inc (-14,28%)
-First Solar Inc (-13,61%)
-CoStar Group Inc (-8,89%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Xwell Inc (221,43%)
-Braiin Ltd (79,35%)
-Larimar Therapeutics Inc (60,98%)
Saham berkinerja terburuk
- CASI Pharmaceuticals Inc (-74,06%)
-Zenvia Inc (-66,13%)
-Oddity Tech Ltd (-49,26%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:10 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham MDKA, Jual
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:08 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham TAPG, Beli
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:06 WIB
PGAS Targetkan Penyaluran Gas 877 BBTUD di 2026
Wednesday, Mar 11, 2026 - 15:02 WIB
China Stocks Rise for Second Session
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:53 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 TALF
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:48 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 ARKO
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:45 WIB
Perubahan Kepemilikan Saham CYBR, Beli
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:43 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 SDRA
Wednesday, Mar 11, 2026 - 14:36 WIB
Kepemilikan Saham 28 Februari 2026 SILO