Bersama Sea dan Grab Singapura, Bank Mandiri (BMRI) Jadi Saham Paling Diminati Investor ASEAN: Macquarie
Friday, August 29, 2025       17:29 WIB
  • Sea (Singapura), Grab, dan Bank Mandiri (Indonesia) menjadi saham paling diminati investor di kawasan ASEAN menurut riset Macquarie.
  • Konferensi tahunan ASEAN ke-16 menarik lebih dari 300 investor dengan fokus pada sektor teknologi, perbankan, dan infrastruktur.
  • Macquarie memproyeksikan arus FDI ke ASEAN mencapai US$342 miliar pada 2027, naik dari US$272 miliar di 2024, seiring penguatan integrasi regional dan restrukturisasi rantai pasok.

Ipotnews - Perusahaan teknologi asal Singapura, Sea dan Grab, bersama dengan Bank Mandiri () dari Indonesia, menjadi saham yang paling banyak menarik perhatian investor ASEAN, menurut laporan Macquarie Equity Research dari konferensi tahunan ASEAN ke-16 yang berlangsung Agustus lalu.
Dari 51 perusahaan regional yang hadir, Sea dan Grab mendapatkan perhatian terbesar dari lebih dari 300 investor. Sea mencatat 52 pertemuan dengan investor, sementara Grab mengadakan 47 pertemuan. Bank Mandiri, salah satu bank terbesar di Indonesia, melengkapi tiga besar dengan 37 permintaan pertemuan.
Sea, yang terdaftar di New York dan bergerak di bidang e-commerce, keuangan digital, serta gim, mencatat kinerja kuat di semua lini bisnis pada laporan keuangan kuartal II. Grab, superapp yang tercatat di Nasdaq, menekankan strategi menawarkan layanan lebih terjangkau di sektor mobilitas dan pengantaran untuk mendorong volume transaksi. Meski margin dipertanyakan investor, manajemen Grab menegaskan tetap fokus pada profitabilitas absolut.
Sementara itu, Bank Mandiri menyoroti margin bunga bersih yang relatif stabil meski ada tekanan dari penurunan suku bunga acuan, serta berkurangnya persaingan kredit. Namun, masih ada ketidakpastian terkait keterlibatan bank ini dalam program pinjaman koperasi Merah-Putih yang didukung pemerintah, khususnya mengenai pembagian risiko dan biaya pendanaan.
Selain tiga besar tersebut, Sembcorp Industries dan DBS dari Singapura juga menarik perhatian dengan masing-masing 35 dan 34 pertemuan, disusul oleh perusahaan pelayaran asal Filipina, International Container Terminal Services, dengan 27 pertemuan. Investor juga menunjukkan minat pada saham berkapitalisasi kecil-menengah, seperti platform perbankan digital iFast (Singapura) dan jaringan restoran cepat saji Jollibee Foods (Filipina).
Di luar saham individu, para pembuat kebijakan dan investor menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi makro kawasan. Di Indonesia, perhatian besar tertuju pada investasi yang ditargetkan oleh sovereign wealth fund Danantara serta prospek pemulihan ekonomi. Saham Telkom Indonesia dan Astra International mendapat banyak sorotan dan peringkat outperform dari Macquarie.
Di Malaysia, fundamental ekonomi dinilai lebih kuat dibandingkan yang tercermin dari kinerja pasar. Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Tengku Zafrul Aziz menegaskan kerja sama regional akan menjadi prioritas selama Malaysia menjabat sebagai Ketua ASEAN, termasuk peningkatan perdagangan intra-ASEAN dari level saat ini sekitar 23%. Proyek Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura juga disebut sebagai prioritas untuk menarik FDI.
Jayden Vantarakis, Kepala Riset ASEAN dan Singapura di Macquarie, menyebut kembalinya siklus investasi sebagai tema utama, dengan prediksi kenaikan beruntun arus FDI selama tiga tahun ke depan. Macquarie memperkirakan total FDI ke ASEAN mencapai US$342 miliar pada 2027, naik dari US$272 miliar pada 2024.
Namun, prospek Filipina dan Thailand masih bercampur. Pasar Filipina dinilai kekurangan katalis khusus meski ada pemangkasan suku bunga, sementara di Thailand, krisis politik yang berkepanjangan dan lemahnya kinerja lintas sektor terus menekan kepercayaan investor.
"Sebagian besar investor yang kami temui memiliki pandangan netral terhadap Thailand, bahkan ada yang underweight," kata Kaushal Ladha, Kepala Riset Thailand di Macquarie. "Tidak ada perubahan fundamental nyata pada ekonomi."(businesstimes.com.sg)

Sumber : admin

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini