28,9% Duit Masyarakat di BBCA dan BBRI
Monday, March 24, 2025       08:57 WIB

JAKARTA, investor.id - Dua bank penghuni kasta tertinggi di sektor perbankan nasional yaitu BCA () dan BRI () telah melaporkan kinerja keuangan ( bank only ) hingga Februari 2025. Salah satu yang dilaporkan adalah penghimpunan dana masyarakat.
Sebagai acuan, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa dana masyarakat yang ditempatkan pada instrumen dana pihak ketiga (DPK) perbakan mencapai Rp 8.612,5 triliun tumbuh 5,1% year on year (yoy) pada Februari 2025. DPK itu bertumbuh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,8% yoy.
BCA mencatat kinerja DPK yang kurang bergairah pada Februari 2025. DPK cuma bertumbuh 3,89% yoy menjadi Rp 1.117,67 triliun. Namun, perkembangan DPK bertumpu pada dana murah berupa giro dan tabungan.
Penghimpunan giro BCA tumbuh 6,22% yoy menjadi Rp 352,91 triliun. Sedangkan penghimpunan dana masyarakat melalui instrumen tabungan oleh BCA naik 5,63% yoy menjadi Rp 568,59 triliun. Sisanya deposito -4,42% yoy menjadi Rp 196,16 triliun.
Dengan komposisi tersebut, penghimpunan dana murah masih tumbuh 5,85% yoy menjadi Rp 921,50 triliun. Menjadikan rasio current account saving account () kian tangguh dari posisi 80,92% menjadi 82,45% per Februari 2025.
Sementara melaporkan total penghimpunan DPK mencapai Rp 1.380,91 triliun sampai dengan 28 Februari 2025. Sayangnya, angka itu turun 0,62% yoy, tapi masih lebih baik dibandingkan bulan Januari 2025 yang susut sampai dengan 1,57% yoy.
Serupa , DPK dari sejatinya juga ditopang perkembangan dana murah, khususnya di saat volume instrumen deposito bergerak menurun. Deposito BRI turun sampai dengan 9,85% yoy menjadi Rp 485,33 triliun.
Pangsa vs
Sedangkan nilai penghimpunan giro mencapai Rp 368,21 triliun atau bertumbuh 8,62 yoy. Serta instrumen tabungan juga masih tercatat meningkat sebesar 2,98% yoy menjadi Rp 527,36 triliun.
Dari perkembangan tersebut, total dana murah BRI mencapai Rp 895,58 triliun atau masih bertumbuh 5,23% yoy, kala DPK masih menurun. Lalu mendorong rasio naik dari posisi 61,24% menjadi 64,85% per Februari 2025.
Baik itu maupun mencatat pertumbuhan DPK di bawah rata-rata kinerja sektor perbankan nasional. Meski begitu, instrumen dana murah dari masing-masing bank masih tumbuh positif.
Adapun total DPK perbankan berdasarkan data M2 dari Bank Indonesia mencapai Rp 8.612,5 triliun. Maka, BCA mengambil porsi sekitar 12,9% dan BRI mengambil pangsa 16,0% dari total DPK perbankan nasional. Kedua bank punya kontribusi sekitar 28,9% untuk DPK perbankan nasional.
Pada perdagangan Jumat (21/3/2025), saham ditutup melemah di level 7.900 atau -5,67%. Sebaliknya, saham berkibar di level 3.700 atau +1,09%.

Sumber : investor.id