Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 2 Februari 2026: Bertahan
Monday, February 02, 2026       09:50 WIB

JAKARTA, investor.id -Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bertahan pada Senin (2/2/2026), seiring pelaku pasar mencermati penguatan dolar global dan arah kebijakan moneter The Fed di bawah kepemimpinan baru.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.18 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini stabil di level Rp 16.785 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,09% ke level 97,07.
Sedangkan pada perdagangan Jumat (30/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 31 poin di level Rp 16.755.
Dikutip dari Reuters, dolar AS bertahan di zona penguatan pada Senin, seiring investor menimbang seperti apa arah kebijakan The Fed jika dipimpin Kevin Warsh, yang dikenal memiliki preferensi terhadap neraca bank sentral yang lebih kecil.
Yen Jepang kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, dalam pidato kampanye akhir pekan lalu, menyoroti manfaat dari pelemahan yen. Pernyataan tersebut bernada berbeda dengan sikap Kementerian Keuangan Jepang yang selama ini berupaya menahan depresiasi mata uang.
Penunjukan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai calon Ketua The Fed memicu aksi jual di aset berisiko dan menekan harga logam mulia pada Jumat lalu. Sebaliknya, dolar AS berhasil memangkas pelemahan yang terjadi pada awal pekan sebelumnya.
Meski investor menilai Warsh cenderung mendukung pemangkasan suku bunga, mereka juga memperkirakan ia akan memperketat neraca The Fed. Kebijakan tersebut umumnya mendukung penguatan dolar karena mengurangi likuiditas uang di pasar.
Pada perdagangan awal Asia, dolar AS tetap berada di posisi kuat. Euro menjauh dari level US$ 1,20 dan terakhir diperdagangkan di US$ 1,1848. Pound sterling melemah 0,05% ke US$ 1,3680, sementara indeks dolar stabil di level 97,22 setelah melonjak 1% pada Jumat.
Richard Clarida, penasihat ekonomi global PIMCO sekaligus mantan Wakil Ketua The Fed, mengatakan Warsh akan mewarisi Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) yang masih terbelah terkait kecepatan dan skala pelonggaran kebijakan.
Peluang Pemangkasan The Fed
Namun demikian, Clarida memperkirakan Warsh tetap mampu merealisasikan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, bahkan berpeluang menambah satu pemangkasan lagi. "Di luar dua atau tiga kali penurunan suku bunga tersebut, kami menilai Warsh akan lebih berhati-hati, tergantung pada prospek inflasi," ujar Clarida.
Clarida juga menilai Warsh, berdasarkan pandangannya sejak meninggalkan The Fed, cenderung tidak mengandalkan panduan kebijakan jangka panjang (forward guidance) terkait arah suku bunga.
Di pasar lain, dolar Australia turun 0,54% ke US$ 0,69255, sementara dolar Selandia Baru melemah 0,3% ke US$ 0,6001.Yen Jepang melemah 0,4% ke level 155,39 per dolar AS pada Senin. Tekanan datang dari penguatan dolar serta pernyataan Takaichi yang dinilai memberi toleransi terhadap pelemahan yen.
Survei harian Asahi menunjukkan partai Takaichi berpeluang meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum DPR Jepang mendatang.
"Pemilu kilat 8 Februari berpotensi menjadi katalis domestik utama berikutnya bagi yen," kata Tony Sycamore, analis pasar di IG.
Menurutnya, kemenangan mayoritas Partai Demokrat Liberal (LDP) dapat mendorong pasangan USD/JPY menuju level 160. Sebaliknya, hasil koalisi berpotensi menahan pergerakan di sekitar 155, tergantung komposisi mitra koalisi.
Menjelang pemilu, investor tercatat melepas yen dan obligasi pemerintah Jepang. Pasar mengantisipasi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif jika Takaichi memperoleh mandat kuat, termasuk rencana pemangkasan pajak yang dikhawatirkan semakin membebani keuangan negara.
Meski demikian, pelemahan yen mulai menemukan batas bawah dalam beberapa waktu terakhir. Pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi mata uang terkoordinasi antara AS dan Jepang, setelah sinyal pemeriksaan nilai tukar dari kedua negara pada akhir bulan lalu sempat mendorong penguatan yen secara tajam.

Sumber : investor.id