RUPST BBTN Tebar Dividen Rp 53,57 per Saham
Wednesday, March 26, 2025       16:55 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini Rabu (26/3/2025) pukul 14.00 WIB.
Salah satu mata acaranya yakni persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2024. Rapat sepakat membagikan dividen tunai senilai Rp 751,83 miliar atau 25% dari laba bersih BTN, sehingga pemegang saham akan memperoleh Rp 53,57 per saham.
Sementara itu, RUPST menetapkan 75% dari laba 2024 atau sebesar Rp 2,25 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan .
Adapun,sepanjang 2024 BTN mencatatkan laba bersih Rp 3,01 triliun, perolehan tersebutterkoreksi 14,1% secara tahunan ( year on year /yoy)dari laba bersih tahun sebelumnya Rp 3,5triliun.
Penurunan laba tersebut disebabkan karena mahalnya biaya dana akibat suku bunga yang tinggi. Hal ini berdampak pada beban bunga BTNyang melonjak 21,9% menjadi Rp17,84 triliun.
Meski demikian, BTNdalam rencanabisnis bank (RBB) di tahun 2025, memproyeksikan laba akan tumbuh double digit atau dikisaran 10-15% dibandingkan realisasi tahun buku 2024.
Kinerja BTN
BTN tahun ini telah bersiap untuk mengantisipasi tekanan global dengan meningkatkan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai ( CKPN ).
Dalam laporan keuangan bulanan per Januari 2025, BTN mencatatkan peningkatan pembentukan CKPN sebesar 27,56% (yoy). Meskipun menghadapi tantangan, selama Januari 2025, perseroan tetap mampu meningkatkan penyaluran kredit dan membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).
Di sisi lain, penyaluran kredit BTN tercatat senilai Rp 356,99 triliun per akhir Januari 2025, tumbuh 7,1% secara tahunan ( yearonyear /yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 333,28 triliun.Untuk pembiayaan syariah, tercatat Rp 44,5 triliun, melonjak 18% (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 37,7 triliun.
Pencapaian bisnis syariah tersebut sejalan dengan tren masyarakat yang semakin menggemari produk KPR berbasis syariah. Pertumbuhan double digit yang selalu tercapai selama beberapa tahun terakhir ini merupakan bekal berharga bagi BTN Syariah yang saat ini tengah menjalani proses spin off dari unit syariah menjadi bank umum syariah.
Sementara itu, DPK mencapai Rp 374 triliun per akhir Januari 2025, tumbuh 8,7% (yoy) dari poisisi yang sama tahun lalu senilai Rp 344,25 triliun. Laju kenaikan DPK yang lebih tinggi dari pertumbuhan kredit bukan hanya menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap BTN, juga mencerminkan kemampuan ekspansi ke depan.
Dari aktivitas penyaluran kredit, BTN meraih pendapatan bunga Rp 2,36 triliun per Januari 2025, susut dibandingkan Januari 2024 yang sebesar Rp 2,63 triliun. Setelah dikurangi beban bunga Rp 1,5 triiun, pendapatan bunga bersih ( net interest income /NII) senilaiRp 854 miliar pada Januari 2025, turun dari Januari 2024 sebesar Rp 1,12 triliun .
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan senilai Rp 101,67miliar per Januari 2025, juga mengalami perlambatan dibandingkan Januari 2024 sebesar Rp 275,52 miliar. Hal ini karena perseroan meningkatkan pencadangan, terlihat dari kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) menjadi Rp 325,54 miliar di awal tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 226,65 miliar.

Sumber : investor.id