Saham Wonderful Company, Dikoleksi Tokoh-tokoh Ternama, Harga Bisa Segini
Thursday, August 28, 2025       08:52 WIB

JAKARTA, investor.id -Saham PT Bank Central Asia Tbk () atau BCA naik 0,61% ke Rp 8.300 pada perdagangan Rabu (27/8/2025). Saham ini diperdagangkan di rentang Rp 8.200-8.350.
Tercatat 111,92 juta saham Bank Central Asia ditransaksikan, frekuensi 37.262 kali, dan nilai transaksi Rp 926,77 miliar. Asing membukukan net sell di saham ini kemarin Rp 329 miliar. Kendati demikian, investor lokal melakukan aksi akumulasi. Broker Stockbit Sekuritas mencatatkan net buy Rp 61,5 miliar untuk investor lokal, begitu juga dengan BCA Sekuritas net buy Rp 50,7 miliar untuk investor lokal.
Dalam satu bulan terakhir, saham melemah 13,77%. Di mana investor asing membukukan angka net sell Rp 2,74 triliun. Secara valuasi, menarik. Rasio price to book value (PBV) 3,91 kali, di bawah -2 PBV standard deviation rata-rata tiga tahun terakhir 4,11 kali. Sedangkan price earning ratio (PER) 17,96 kali, juga di bawah -2 PE standard deviation rata-rata tiga tahun terakhir 18,32 kali. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas.
sendiri disebut-sebut sebagai wonderful company . Dalam Seminar Utama: Investor sebagai Pemenang di Tahun Politik, Capital Market Summit & Expo ( CMSE ) 2023 pada Oktober 2023 silam, investor kawakan Lo Kheng Hong sempat mengungkit pandangannya mengenai Bank Central Asia () atau BCA. Lo Kheng Hong menilai, BCA adalah wonderful company lantaran dalam 23 tahun sahamnya terus melambung.
Saham BCA juga dikoleksi oleh tokoh-tokoh ternama. Terbaru, nama Timothy Ronald makin santer diperbincangkan di dunia investasi Indonesia. Pemuda yang baru berusia 24 tahun ini sudah menggenggam 11 juta lembar saham Bank Central Asia ().
Sebelumnya, konglomerat Anthoni Salim masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham terbesar alias top di PT Bank Central Asia Tbk () atau BCA. Berdasarkan data per 31 Desember 2024, Anthoni Salim menggenggam 855.239.635 (0,69%) saham BCA. Ia tercatat sebagai pemegang saham nomor 6 terbesar.
Target Harga
sendiri dikendalikan Grup Djarum melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Selain itu, dua bos Grup Djarum, yakni Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono masing-masing juga memegang secara langsung saham . Robert Budi Hartono menggenggam 0,023% saham secara langsung, sedangkan Bambang Hartono 0,022% saham.
PT Bank Central Asia Tbk () atau BCA menunjukkan ketahanan yang solid dan kekuatan strategi di tengah tantangan di sektor perbankan. Hal itu tampak dari laporan terbaru kinerja bank only ). Selama Januari-Juli 2025, BCA () mencetak laba bersih ( bank only ) sebesar Rp 34,7 triliun atau meningkat 10,5% yoy.
KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BCA (). Target harga saham berbasis g  ordon  g  rowth  m  odel (GGM) sebesar Rp 11.080. Target harga tersebut mencerminkan estimasi P/B 2025 sebesar 4,8 kali.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini