Tekan Stunting, BCA Salurkan Bantuan Alat Deteksi Preeklamsia
Thursday, April 23, 2026       19:06 WIB

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk () melalui Bakti BCA mendukung pencegahan stunting melalui kegiatan sosialisasi dan deteksi dini preeklamsia di Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Selasa (21/4).
Preeklamsia merupakan gangguan kehamilan yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Kedua kondisi tersebut menjadi faktor risiko yang dapat memicu terjadinya stunting pada anak.
Pada kegiatan ini, Bakti BCA juga menyalurkan bantuan satu paket alat deteksi dini preeklamsia ke Puskesmas Cisompet, Garut, Jawa Barat. Bantuan terdiri dari USG, patient monitor, tablet Android, serta aplikasi Cexup untuk mendeteksi risiko secara lebih cepat dan akurat.
Bakti BCA juga mengajak 31 ibu hamil di wilayah Klinik Binaan Bakti BCA yaitu Klinik Bakti Medika Mangga Dua untuk mendapatkan sosialisasi dan deteksi dini preeklamsia. Bersama Klinik Bakti Medika, Bakti BCA menghadirkan layanan Mini Medical Check-Up (MCU) gratis bagi peserta guna mendorong deteksi dini penyakit secara lebih luas.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono berharap kegiatan ini bisa mendeteksi lebih awal risiko yang dimiliki para ibu hamil, termasuk preeklamsia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang mendorong penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara.
"Hari ini kami memberikan bantuan seperangkat alat deteksi dini preeklamsia, sebelumnya kami juga aktif dalam mendukung pencegahan stunting dalam beberapa tahun terakhir. Mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan bisa menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia," ujar Widodo dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengungkapkan kegiatan ini merupakan upaya Bakti BCA dalam mendukung pencegahan stunting. Sebelumnya, BCA sudah menjalankan program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) dan program 'Ayo Cegah Stunting'.
Hera menjelaskan BCA bersama organisasi filantropi dan perusahaan swasta lain juga turut mendukung Kementerian Kependudukan & Pembangunan Keluarga melalui program PASTI untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.
Program bersama ini berlangsung selama empat tahun, mulai 2023 hingga 2026 dengan total donasi senilai US$1 juta. Melalui beberapa program tersebut, 6.070 anak berusia di bawah dua tahun (baduta) telah menerima intervensi gizi selama periode 2023-2025.
"Pencegahan stunting perlu dimulai dari hulu, mulai dari remaja dan kesiapan keluarga, kesehatan ibu selama kehamilan, hingga tumbuh kembang anak. Kami berharap inisiatif dari BCA dapat memperkuat upaya pencegahan sejak awal kehamilan sekaligus meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan respons yang lebih cepat dan tepat," pungkas Hera.

Sumber : DETIK FINANCE