Wall Street Loyo, tapi S&P 500 Tetap Cuan 4 Bulan Beruntun
Saturday, August 30, 2025       09:27 WIB

NEW YORK , investor.id -Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (29/8/2025), seiring aksi profit taking investor menjelang libur panjang akhir pekan. Meskipun terkoreksi, indeks S&P 500 tetap menorehkan kenaikan dalam empat bulan berturut-turut.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,64% ke level 6.460,26. Nasdaq Composite merosot lebih dalam, yakni 1,15% ke 21.455,55. Sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 92,02 poin (0,20%) menjadi 45.544,88.
Sentimen datang dari data inflasi terbaru AS. Indeks belanja konsumsi personal inti (Core PCE), indikator inflasi yang jadi acuan utama The Fed karena mengecualikan harga pangan dan energi, naik 2,9% pada Juli, sesuai ekspektasi namun menjadi laju tercepat sejak Februari.
"The Fed sudah membuka pintu untuk pemangkasan suku bunga, tetapi besarnya peluang akan tergantung pada apakah pelemahan pasar tenaga kerja terlihat lebih berisiko dibanding kenaikan inflasi," kata Chief Economist Morgan Stanley Wealth Management Ellen Zentner.
Investment Strategist di Baird Ross Mayfield menilai, penurunan Jumat lebih disebabkan aksi ambil untung setelah pasar mencetak rekor baru. Sehari sebelumnya, S&P 500 berhasil menembus level psikologis 6.500 untuk pertama kalinya.
"Angka PCE masih sesuai ekspektasi, tapi ada tekanan dari laporan kinerja emiten dan investor cenderung mengamankan profit setelah indeks menyentuh rekor tertinggi," ujarnya kepada CNBC .
Meski melemah di akhir pekan, indeks utama Wall Street tetap menutup Agustus dengan penguatan solid. Dow Jones naik lebih dari 3%, S&P 500 bertambah hampir 2%, dan Nasdaq menguat 1,6% sepanjang bulan ini.
Bersiap Bulan Terlemah
Namun, pasar bersiap menghadapi September yang secara historis kerap menjadi bulan terlemah. Berdasarkan data The Stock Trader's Almanac, sejak 1950, September konsisten mencatat kinerja negatif bagi S&P 500, Dow, dan Nasdaq. Dalam 10 tahun terakhir, S&P 500 rata-rata turun 0,7% pada bulan tersebut.
Di sisi saham individu, Nvidia menjadi salah satu pemberat indeks dengan koreksi lebih dari 3%. Saham raksasa chip itu melanjutkan pelemahan setelah laporan Wall Street Journal menyebut Alibaba berhasil mengembangkan chip lebih canggih, di tengah hambatan Nvidia menjual produknya ke China. Sebaliknya, saham Alibaba di AS melesat sekitar 13%.
Padahal, sehari sebelumnya Nvidia sempat melaporkan lonjakan pendapatan 56% pada kuartal lalu, yang semakin memperkuat tren investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, sentimen negatif juga datang dari isu tarif impor. Caterpillar memperingatkan potensi kerugian US$ 1,5 miliar-1,8 miliar tahun ini akibat tarif Presiden Donald Trump, sehingga sahamnya jatuh lebih dari 3%. Gap juga menyatakan tarif akan menekan laba perusahaan.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Saturday, Aug 30, 2025 - 16:43 WIB
Katanya Harga Emas Bisa Segini
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:44 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of OBMD
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:39 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of MINE
Saturday, Aug 30, 2025 - 15:36 WIB
Financial Statements 2Q 2025 of ADMR
Saturday, Aug 30, 2025 - 14:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis Sepanjang Pekan Ini