Abad Asia Dimulai Mei 2020 … Makin Kedap Terhadap Guncangan ekonomi AS atau Eropa
Saturday, May 23, 2020       21:42 WIB

Ipotnews - Awal abad Asia pada Mei 2020. Ketika sebagian besar ekonomi Asia bangkit kembali menuju  full employment,  Barat masih berkutat dengan penguncian virus korona.
Ekonom Amerika, David P. Goldman berpendapat, Asia sudah muncul sebagai zona ekonomi yang terintegrasi erat dengan Uni Eropa, dan semakin kedap terhadap guncangan ekonomi Amerika Serikat atau Eropa.
Dalam analisisnya Goldman mengacu kepada data harian Google tentang mobilitas tempat kerja - dengan melacak lokasi  smarphone   untuk menentukan jumlah orang yang pergi bekerja. Ia meyakini, data tersebut sejauh ini merupakan data yang paling akurat dan terbaru tentang kegiatan ekonomi.
Berdasarkan data tersebut, pada 13 Mei, Taiwan, Korea Selatan dan Vietnam telah kembali ke tingkat normal. Jepang dan Jerman telah naik kembali ke 20% di bawah normal. AS, Prancis, dan Inggris tetap tak berdaya. "Google tidak dapat membaca di China, tetapi bukti yang tersedia menunjukkan bahwa China berada di jalur yang sama dengan Taiwan, Korea Selatan dan Vietnam," ungkapnya, dalam analisisnya di Asian Times, Kamis (21/5).
Goldman berpendapat, pemulihan ekonomi Asia konsisten dengan keberhasilan dalam mengendalikan pandemi Covid-19. China, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong dan Singapura memiliki angka kematian Covid-19 sepersepuluh dari Jerman dan seperseratus dari angka di AS, Inggris, Prancis atau Spanyol. Semnetara itu AS sedang berjuang untuk membuka kembali ekonominya walaupun tingkat infeksi baru jauh lebih tinggi daripada negara-negara Asia atau Jerman.
Kondisi tersebut, menurut Goldman, mengandung risiko besar. Contohnya, dua pabrik Ford Motor di AS yang telah dibuka, ditutup kembali pada 17 Mei lalu setelah karyawannya dinyatakan positif mengidap Covid-19.
Sementara itu, lonjakan jangka pendek Asia mengikuti keberhasilannya dalam pencegahan penyakit. "Namun pendorong jangka panjang pertumbuhan Asia adalah kemunculan China sebagai negara adidaya teknologi. Kongres Rakyat Beijing pekan ini diperkirakan akan mennyetujui investasi baru pemerintah dalam broadband 5G, otomatisasi pabrik, mobil  self-driving , kecerdasan buatan dan bidang terkait senilai US1,4 triliun," umgkap Goldman.
Ia berpendapat, Asia sekarang bertindak sebagai blok ekonomi yang kohesif. Enam puluh persen perdagangan negara-negara Asia berlangsung di Asia, proporsi yang sama dengan Uni Eropa. Goldman menyatakan, data mobilitas Google mengonfirmasi apa yang telah ia pelajari awal bulan ini dari data perdagangan China pada April lalu. Perdagangan intra-Asia dari tahun ke tahun melonjak, sementara perdagangan dengan Amerika Serikat mandek.
"Lonjakan perdagangan Cina dengan Asia Tenggara, Korea Selatan, dan Taiwan menunjukkan tingkat integrasi ekonomi Asia," tulisnya. Ekspor China ke Asia telah tumbuh jauh lebih cepat daripada perdagangannya dengan AS, yang mandek setelah 2014.
Sementara itu, pasar saham China adalah yang berkinerja terbaik tahun ini, turun hanya 2% (yoy) pada Indeks MSCI dalam dolar AS, ketika semua bursa utama lainnya tenggelam di teritori negatif. Kekuatan pasar saham China patut diperhatikan mengingat meningkatnya perang ekonomi dengan AS. AS melarang ekspor  chip  komputer pihak ketiga yang dibuat dengan kekayaan intelektual AS ke perusahaan-perusahaan China yang masuk daftar hitam, dan ancaman untuk membatalkan daftar perusahaan China di Bursa AS.
Perusahaan teknologi kesehatan, memimpin bursa saham Cina, dengan kenaikan Alibaba Health Information lebih dari dua kali lipat tahun ini. Ambisi China untuk memimpin dunia dalam kecerdasan buatan dan analisis  big   data  di sektor kesehatan mendapat dorongan dari pandemi Covid-19, hingga kekhawatiran para pejabat AS.
Goldman mencatat, pekan lalu Departemen Perdagangan AS memberlakukan kontrol atas penjualan semikonduktor ke perusahaan-perusahaan China dalam "daftar entitas" Washington, jika mereka diproduksi di mana saja di dunia dengan teknologi AS. Raksasa telekomunikasi China, Huawei, pemimpin dunia dalam broadband 5G, merancang chip sendiri dan mengontrak fabrikasi mereka ke Taiwan Semiconductor Manufacturing Corporation, pembuat chip terkemuka dunia. TSMC menggunakan peralatan pembuat chip Amerika sehingga akan terkenalarangan tersebut. "Para analis industri sedang menunggu untuk melihat seberapa ketat AS akan menegakkan aturan-aturan yang memiliki masa tenggang 120 hari itu," sebut Goldman.
Pada analisisnya terdahulu (18 Mei), Goldman menyebutkanlangkah Gedung Putih itu merupakan bagian dari pertaruhan pemerintahan Trump, yang gagal mencegah sebagian besar sekutunya melakukan bisnis dengan Huawei -yang dituding Washington sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS. Sejumlah perusahaan AS dan ASML Holland kini mendominasi pasar untuk peralatan fabrikasi semikonduktor yang dapat menghasilkan chip canggih.
"Jika AS mencegah pembuat chip di seluruh dunia menjual ke Huawei, perusahaan China tidak akan memiliki sumber semikonduktor kelas atas," ungkap Goldman. Huawei dilaporkan memiliki persediaan chip yang besar; impor semikonduktor China naik dua kali lipat antara akhir 2017 dan akhir 2018, menunjukkan bahwa China telah menimbun chip sebagai tindakan pencegahan. "Larangan AS jika dapat diterapkan sepenuhnya akan merusak perusahaan China."
"Tapi itu kartu terakhir yang harus dimainkan Washington. Peralatan manufaktur semikonduktor adalah titik kontrol terakhir Amerika di antara teknologi kritis," tulis Goldman. Menurutnya, di ruang rapat perusahaan AS, dan ruang obrolan para insinyur AS, pertanyaannya bukanlah apakah, tetapi kapan China akan merekayasa mesin Amerika atau Belanda dan memproduksi sendiri.
China mungkin tidak dapat membeli chip komputer kelas atas, tetapi dapat mempekerjakan semua insinyur chip yang diinginkannya di mana pun di dunia. Goldman menyebutkan, Taiwan sekarang mendominasi pembuatan chip, dan sepersepuluh insinyur chip Taiwan sekarang bekerja dengan gaji ganda di daratan Cina, menurut laporan media.
Di masa lalu, Cina telah menetapkan otonomi teknologi tinggi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebagian besar pengamat. Perusahaan peralatan telekomunikasi nomor dua ZTE hampir ditutup pada bulan April 2018 setelah Washington membebankan biaya penjualan chip Qualcomm yang menjadi kekuatan  smartphone -nya.
Pada Desember 2018, Huawei memproduksi sendiri  chipset  Kirin, dengan kekuatan lebih baik dari produk Qualcomm. China masih menggunakan perangkat lunak Amerika untuk mendesain chip, dan tergantung pada pembuat chip Taiwan yang menggunakan peralatan AS. "Jika Cina mencapai swasembada dalam produksi chip dengan cepat, benteng terakhir dominasi teknologi AS akan jatuh." (Asia Times)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Jun 06, 2020 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of POLU
Saturday, Jun 06, 2020 - 15:29 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of PICO
Saturday, Jun 06, 2020 - 15:23 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of POOL
Saturday, Jun 06, 2020 - 15:19 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of SQMI
Saturday, Jun 06, 2020 - 15:13 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of SAFE
Saturday, Jun 06, 2020 - 15:09 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of MASA
Saturday, Jun 06, 2020 - 15:03 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of KJEN
Saturday, Jun 06, 2020 - 14:59 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of WICO
Saturday, Jun 06, 2020 - 14:55 WIB
Financial Statements Full Year 2019 of MAGP