BTPN Sudah 65 Tahun Beroperasi, Berapa Nilai Asetnya Sekarang?
Friday, December 01, 2023       09:36 WIB

Jakarta, detikfinance - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk () merupakan perusahaan perbankan yang pertama kali lahir di Bandung pada 1958 silam. Kala itu perbankan hanya memililki satu lini bisnis yakni penyediaan
"Inilah bank perjalanan, saya akan coba singkat saja bahwa sejak 65 tahun lalu, 1958, awalnya hanya satu lini bisnis dan sehubungan dengan purna bakti atau melayani kredit pensiun pembayaran uang pensiun," kata Direktur Utama Bank Henoch Munandar, Jumat (1/12/2023).
Sejak saat itu perbankan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan publik, misalkan saja pada 2008 saat meluncurkan bisnis mikro hingga pada 2016 meluncurkan aplikasi bank digital Jenius. Semua ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.
"Lalu bertransformasi di 2008 mendirikan bisnis mikro. Jadi sinerginya itu adalah melayani mass market (khalayak). Artinya kalau fokus pada mass market harus dekat dengan perekonomian rakyat," jelas Henoch.
"Perjalanan berikutnya kita meluncurkan Jenius di 2016, Jenius adalah digital banking apps pertama di Indonesia. Jadi kalau sekarang rekan-rekan melihat ini ada 12-15 (bank digital di RI), yang pertama sebenarnya Jenius dari ," tambahnya.
Henoch memaparkan usai 65 tahun beroperasi melayani masyarakat, per Juni 2023 ini telah memiliki total aset senilai Rp 193,1 triliun. Kemudian sekarang ini peringkat korporasi berada di tingkat 'AAA'.
"Ini singkat profilenya as per Juni 2023 aset kami hampir Rp 200 triliun (Rp 193,1 T), dari bank yang 65 tahun didirikan dengan melayani pensiunan sekarang asetnya sudah hampir mendekati Rp 200 triliun dan kalau dari tingkat rating dari Pefindo yang pemeringkat resiko, kita selalu di peringkat paling tinggi, 'AAA'. Artinya secara financial kredit rating itu selalu, kalau lulus mungkin lebih dari cumlaude," tuturnya.
Di luar itu saat ini memiliki 20.659 karyawan (78% perempuan), dan melayani hampir 2 juta nasabah yang terdiri mulai dari individual (perorangan/masyarakat) hingga corporat atau perusahaan.
"Sebagai gambaran kami melayani di 32 provinsi dengan 1.856 outlet termasuk Syariah, subs tree yang dimiliki 70% oleh , dan kami melayani hampir 9 juta nasabah di seluruh Indonesia termasuk kota-kota terpencil," ungkapnya.
Tidak berhenti di sana, Bank kemudian melebarkan sayapnya dengan melayani mass market dan melakukan evolusi produk untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dari tiap sektor industri di dunia yang selalu berubah.
Adapun evolusi produk yang dimaksud hadir dalam bentuk layanan kredit korporasi berupa loan (pinjaman), sindikasi, pembiayaan proyek, ECA (ekspor credit agency) financing, corporate Account, remittance, pembayaran pajak, trade, cash management, hingga Treasury.
Sejak saat itu kredit korporasi masih menjadi salah satu unit bisnis Bank yang memegang porsi besar cukup besar. Di mana total kredit perbangkan mencapai Rp 148,71 triliun atau setara dengan 67% dari total portfolio dengan gross NPL (non performing loan) hanya sebesar 1,39%.
(fdl/fdl)

Sumber : DETIK FINANCE