Dolar Bertahan di Jalur Penguatan, Tembaga London Tertekan
Monday, January 17, 2022       11:00 WIB

Ipotnews - Harga tembaga bergerak lebih rendah, Senin, karena dolar bertahan di tengah spekulasi beberapa kenaikan suku bunga tahun ini oleh Federal Reserve.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,1% menjadi USD9.713,5 per ton pada pukul 10.10 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (17/1). Harga anjlok 2,4% pada sesi Jumat, penurunan terbesar sejak 26 November.
Kontrak tembaga Februari yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange merosot 2,1% menjadi 69.950 yuan (USD11.014,19) per ton.
Dolar mempertahankan kenaikan, setelah memantul dari level terendah lebih dari dua bulan di sesi sebelumnya, membuat logam yang dihargakan dengan  greenback  lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Namun kejatuhan lebih lanjut dibatasi oleh tingkat persediaan yang terus menyusut. Persediaan tembaga LME berdasarkan waran berada di posisi 78.375 ton, berkurang 67% dari level tertinggi Agustus.
Stok di gudang yang dipantau oleh Shanghai Futures Exchange berada di 30.330 ton, mendekati level terendah sejak 2009.
Harga aluminium LME naik 0,2% menjadi USD2.983 per ton, nikel turun 0,9% menjadi USD22.005 per ton, timbal bertambah 0,4% menjadi USD2.364, seng berkurang 0,2% menjadi USD3.512,5 per ton dan timah meningkat 0,4% menjadi USD40.510 per ton.
Premi untuk nikel tunai atas kontrak tiga bulan melonjak menjadi USD376,50 per ton, tertinggi sejak April 2009, menunjukkan ketatnya pasokan. Sedangkan persediaan nikel di gudang yang terdaftar di LME sebesar 97.746 ton, terendah sejak Desember 2019.
Stok di gudang Shanghai Futures Exchange mendekati rekor terendah di 4.711 ton.
Aluminium ShFE turun 0,7% menjadi 21.075 yuan per ton, nikel melorot 1,3% menjadi 161.990 yuan, seng anjlok 1,9% menjadi 24.445 yuan, timbal naik 0,4% menjadi 15.640 yuan dan timah melemah 0,5% menjadi 305.480 yuan.
Output aluminium China untuk 2021 mencapai rekor tertinggi, data resmi menunjukkan pada Senin, meskipun output bulanan pada Desember turun dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekonomi China tumbuh 4,0% pada kuartal keempat dari tahun sebelumnya, lebih cepat dari ekspektasi, tetapi ekspansi terlemah dalam satu setengah tahun. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, May 24, 2022 - 12:09 WIB
IHSG Masih Tangguh Hingga Akhir Sesi I
Tuesday, May 24, 2022 - 11:22 WIB
Laba Bersih STAA Tumbuh 156% pada Kuartal I-2022
Tuesday, May 24, 2022 - 11:17 WIB
Financial Statements 1Q 2022 of HADE
Tuesday, May 24, 2022 - 11:13 WIB
Financial Statements 1Q 2022 of STAA
Tuesday, May 24, 2022 - 11:10 WIB
Financial Statements 1Q 2022 of PWON
Tuesday, May 24, 2022 - 11:07 WIB
Financial Statements 1Q 2022 of CSRA
Tuesday, May 24, 2022 - 11:03 WIB
Financial Statements 1Q 2022 of DOID
Tuesday, May 24, 2022 - 11:00 WIB
Financial Statements 1Q 2022 of PORT